Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Napiter Lapas Pasir Putih Nusakambangan Akhirnya Insyaf
Kepala Lapas Pasir Putih Nusakambangan berbincang dengan salah satu napiter yang insyaf. (IDN Times/Dok Humas Lapas Pasir Putih Nusakambangan)
  • Empat narapidana terorisme di Lapas Pasir Putih Nusakambangan Cilacap memilih bertaubat setelah pemahaman ajaran Islam yang intensif
  • Kepala Lapas Pasir Putih menyatakan keempat narapidana telah mengucapkan sumpah ikrar setia kepada NKRI sebagai bukti kesadaran akan kesalahannya
  • Kadivpas Kemenkumham Jateng mengucapkan ikrar setia kepada NKRI menjadi momen pertaubatan para napiter, siap diterima kembali oleh masyarakat
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cilacap, IDN Times - Empat narapidana kasus tindak pidana terorisme (napiter) Lapas Pasir Putih Nusakambangan Cilacap akhirnya memilih bertaubat setelah beberapa kali diberi pemahaman ajaran Islam agar bisa menyadari kesalahannya. 


Informasi dari pengelola Lapas Pasir Putih, keempat napiter yang memutuskan insyaf tersebut inisialnya W, L, E dan H. 



1. Empat napiter sudah dapat pemahaman Islam yang benar

Kepala Lapas Pasir Putih, Enjat Lukmanul Hakim mengaku keempat napiter itu telah melalui proses pembinaan yang intensif sesuai SOP selama beberapa bulan. 


"Mereka mendapat pemahaman tentang ajaran Islam yang benar dan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan NKRI," tutur Enjat, Kamis (7/3/2024). 

2. Sudah sadari kesalahannya

Seorang narapidana kasus terorisme penghuni sel maximum security saat dibawa ke Lapas Besi Nusakambangan Cilacap. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia menekankan setelah bertaubat, keempat napiter tersebut mengucapkan sumpah ikrar setia kepada NKRI sebagai bukti jika mereka kembali mengakui kedaulatan bangsa Indonesia. 


Tak lupa pihaknya turut mengapresiasi keputusan Kadivpas Kemenkumham Jateng Kadiyono dan kepala UPT Nusakambangan yang mendukung program deradikalisasi terhadap empat napiter di lapasnya.


"Terima kasih kepada Kadivpas dan Kepala UPT Nuskambangan yang telah hadir dalam kegiatan pada hari ini. Alhamdulillah, hari ini empat Napiter telah menyatakan ikrar setia kepada NKRI. Mereka telah menyadari kesalahannya dan bertekad kembali ke pangkuan ibu pertiwi," tuturnya.

3. Napiter bisa kenali islam rahmatan lil alamin

Seorang narapidana kasus terorisme penghuni sel maximum security saat dibawa ke Lapas Besi Nusakambangan Cilacap. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sedangkan, Kadivpas Kemenkumham Jateng Kadiyono menjelaskan mengucapkan ikrar setia kepada NKRI menjadi puncak momen pertaubatan para napiter. 


Ini juga jadi proses pembinaan yang bertujuan mengembalikan pemahaman napiter tentang Islam yang rahmatan lil alamin dan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme. 


"Saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Pasir Putih dan stake holder terkait yang telah bekerja keras dan ikhlas dalam melaksanakan pembinaan narapidana terorisme. Kepada para narapidana terorisme yang telah menyatakan ikrar setia kepada NKRI, saya ucapkan selamat," katanya. 

4. Kadivpas minta napiter jadi warga negara yang bermanfaat

ilustrasi tahanan di penjara (unsplash.com/RDNE Stock project)

Ia pun berpesan bahwa ini merupakan awal baru bagi napiter untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Ia mengklaim pemerintah dan masyarakat siap menerima dengan tangan terbuka. 


"Manfaatkan kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi warga negara yang baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Saya yakin, dengan pembinaan yang berkelanjutan, para narapidana terorisme dapat kembali ke masyarakat dan menjadi agen perdamaian. Saya ingin mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya deradikalisasi dan pembinaan napi terorisme. Mari bersama-sama kita ciptakan Indonesia yang damai rukun, dan toleran," akunya. 

Editorial Team