Temanggung, IDN Times - Tim Dokkes Polda Jawa Tengah memastikan empat orang yang meninggal dunia di glamping Posong Temanggung dipicu keracunan asap yang bersumber dari karbon monoksida. Seperti diberitakan sebelumnya, empat orang yang masih satu keluarga tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terlentang di Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong belum lama ini.
Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko menyatakan bahwa hasil autopsi dan pemeriksaan toksikologi menunjukkan keempat orang tersebut mengalami keracunan karbon monoksida yang mengakibatkan mati lemas.
“Pemeriksaan forensik terhadap korban dan sampel darahnya menunjukkan adanya tanda-tanda keracunan karbon monoksida. Kami juga tidak menemukan luka akibat kekerasan di tubuh para korban maupun kandungan zat beracun lain seperti sianida yang dapat menyebabkan kematian," ungkapnya, dalam gelar perkara di Mapolda Jateng, Senin (15/7/2026).
Temuan adanya kandungan karbon monoksida di dalam tenda glamping tersebut juga diperkuat hasil laboratorium dan simulasi yang dilakukan Bidang Labfor Polda Jateng.
Kasubbid Kimia Biologi forensik Bidlabfor Polda Jateng AKBP Ibnu Sutarto mengakui bahwa simulasi dilakukan untuk menguji serta mengetahui dari mana sumber paparan gas karbon monoksida.
Dari simulasi akhirnya muncul dugaan kuat gas karbon monoksida berasal dari pembakaran tungku di dalam tenda.
Konsentrasi gas yang dihasilkan dapat mencapai 2000 ppm yang sangat berbahaya bagi manusia.
"Bahkan ketika dilakukan uji pembakaran di luar tenda, gas karbon monoksida masih berpotensi masuk ke dalam dan melampaui ambang batas aman,” kata Ibnu.
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengungkapkan bahwa penyidik sempat mendalami berbagai kemungkinan penyebab kematian, termasuk dugaan keracunan makanan.
Namun setelah diperiksa ulang terhadap makanan yang dibawa korban maupun sisa makanan di rumah korban, tidak ditemukan zat beracun yang menjadi penyebab kematian.
"Kami juga tidak menemukan adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola karena prosedur keselamatan telah dijalankan dan petugas pengelola sudah memberi peringatan kepada korban untuk tidak menyalakan tungku di dalam tenda karena berbahaya,” jelasnya.
