Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Rahasia Anak Remaja di Semarang Bisa Melek Finansial Sejak Dini, Anti Boros!
Kegiatan program literasi keuangan JA SparktheDream yang digagas oleh PT FWD Insurance Indonesia di SMPN 12 Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Edukasi literasi keuangan sejak usia dini krusial agar generasi muda mampu mengelola uang saku dengan bijak dan tidak terjebak perilaku konsumtif.

  • Untuk keempat kalinya, FWD Insurance menghadirkan program JA SparktheDream yang perdana digelar di SMP Negeri 12 Semarang dengan target menjangkau 6.000 siswa hingga tahun 2027.

  • Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, program interaktif ini tidak hanya mengajarkan manajemen keuangan, tetapi juga membuka peluang siswa mewakili Indonesia di kancah Asia Pasifik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah nggak sih, kamu sebagai orang tua merasa pusing melihat kebiasaan jajan anak remaja zaman sekarang? Mulai dari gampang tergiur check-out barang lucu di e-commerce, hobi top-up game online, sampai jajan minuman kekinian yang kalau ditotal lumayan menguras kantong.

Di era serba digital ini, godaan konsumtif memang luar biasa kencang, dan kalau tidak dibentengi sejak awal, anak bisa tumbuh dengan manajemen keuangan yang berantakan.

Menyuruh anak hemat saja ternyata tidak cukup, lho! Mereka butuh pemahaman nyata tentang bagaimana cara uang bekerja dan cara mengelolanya.

Menjawab keresahan ini, ada wawasan menarik dari program literasi keuangan JA SparktheDream yang digagas oleh PT FWD Insurance Indonesia. Yuk, bongkar rahasia kenapa edukasi finansial sejak bangku SMP itu sangat penting untuk masa depan mereka!

1. Mengubah Cara Pandang Keuangan Lewat Belajar Interaktif

Kegiatan program literasi keuangan JA SparktheDream yang digagas oleh PT FWD Insurance Indonesia di SMPN 12 Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Anak remaja tentu akan bosen dan mengantuk kalau hanya diceramahi teori soal menabung atau investasi secara konvensional. Kunci utama agar materi keuangan bisa diterima oleh generasi muda adalah metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Menurut Ernest Febrianto, selaku Head of Brand and Communications FWD Insurance Indonesia, pemahaman dasar pengelolaan keuangan harus ditanamkan sedini mungkin agar anak memiliki bekal mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan. Program ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mengubah cara pandang masyarakat—termasuk generasi muda—tentang pentingnya manajemen risiko dan asuransi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Targetkan 6.000 Siswa, Perdana Hadir di Kota Semarang

Kegiatan program literasi keuangan JA SparktheDream yang digagas oleh PT FWD Insurance Indonesia di SMPN 12 Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Komitmen dunia industri dalam mendukung dunia pendidikan ternyata bukan sekadar wacana. Memasuki pelaksanaan untuk keempat kalinya yang juga menjadi fase kedua dari FWD Group hingga tahun 2027 nanti, program literasi keuangan ini bercita-cita menjangkau hingga 6.000 siswa di seluruh Indonesia!

Kerennya lagi, untuk pertama kalinya program edukatif ini menyapa pelajar di Kota Semarang, tepatnya di SMP Negeri 12 Semarang. Acara pembukaan yang digelar pada Kamis (23/72026) dibuka secara simbolis oleh Ernest Febrianto bersama Kepala SMP Negeri 12 Semarang, Rini Rusmiasi, yang disambut dengan antusiasme dari para siswa.

3. Kado Spesial Hari Anak Nasional 2026 untuk Kelas 8

Kegiatan program literasi keuangan JA SparktheDream yang digagas oleh PT FWD Insurance Indonesia di SMPN 12 Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Momen pelaksanaan edukasi ini terasa semakin bermakna karena bertepatan langsung dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 pada 23 Juli. Secara khusus, pelatihan ini disasar untuk para siswa Kelas 8 yang sedang memasuki masa transisi penting dalam mencari jati diri dan mulai belajar mandiri secara finansial.

Bagi Rini Rusmiasih, kolaborasi antara dunia industri dan sekolah ini merupakan sebuah anugerah luar biasa yang memberikan nilai tambah berkali-lipat bagi anak didiknya. Kemitraan yang positif dan kreatif ini menjadi bukti nyata bagaimana berbagai pihak bisa aktif mendampingi tumbuh kembang anak agar kebiasaan finansial yang baik bisa terbangun sejak dini.

4. Menyalakan Mimpi Hingga ke Kancah Asia Pasifik

Kegiatan program literasi keuangan JA SparktheDream yang digagas oleh PT FWD Insurance Indonesia di SMPN 12 Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Bukan cuma soal belajar menghitung uang saku, program ini punya misi besar untuk menyalakan mimpi, menumbuhkan potensi, dan menciptakan dampak bagi bangsa. Edukasi ini mengingatkan bahwa setiap anak pasti memiliki cita-cita besar yang membutuhkan perencanaan keuangan matang untuk mewujudkannya.

Lebih serunya lagi, dengan melibatkan sinergi antara murid, orang tua murid, dan volunteer, program ini memberikan dukungan penuh bagi siswa yang berprestasi. Mereka yang menunjukkan pemahaman terbaik bahkan berkesempatan untuk menjadi perwakilan Indonesia di kompetisi tingkat internasional, JA SparktheDream Asia Pacific!

Jadi, melek finansial sejak bangku sekolah menengah adalah pondasi terbaik untuk memutus rantai generasi boros dan menciptakan calon pemimpin masa depan yang cerdas secara finansial. Ketika anak paham cara mengelola uangnya, mimpi sebesar apa pun pasti terasa lebih dekat untuk dicapai!

Nah, kalau di rumah kamu sendiri, dari umur berapa nih si kecil mulai diajarkan cara mengelola uang saku? Atau punya tips jitu biar anak nggak gampang tergiur jajan konsumtif?

Yuk, share pengalaman dan cerita seru kalian di kolom komentar, dan jangan lupa bagikan artikel ini ke para orang tua lainnya, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article