Sejarah perkembangan kamera smartphone telah melalui berbagai tahapan inovasi teknologi, terutama dalam hal performa fotografi di kondisi cahaya rendah atau malam hari. Pada awal perkembangan smartphone, kualitas kamera di malam hari umumnya rendah, dengan gambar yang penuh noise, kurang detail, dan warna yang tidak akurat. Namun, seiring waktu, produsen mulai fokus pada pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan kemampuan kamera dalam kondisi pencahayaan rendah.
Teknologi OIS diperkenalkan untuk mengurangi efek blur akibat getaran tangan saat mengambil foto di kondisi cahaya rendah.
Teknologi ini memungkinkan lensa untuk bergerak secara fisik guna mengimbangi gerakan, menghasilkan gambar yang lebih tajam. Penerapan OIS menjadi semakin umum pada perangkat flagship seperti iPhone 6 Plus (2014) dan Samsung Galaxy S6 (2015).
Peningkatan pada lensa dengan aperture yang lebih lebar, seperti f/1.8 atau lebih rendah, memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor, yang sangat membantu dalam fotografi malam hari.
Smartphone seperti Samsung Galaxy S7 (2016) dan Google Pixel (2016) mempopulerkan tren ini. Google Pixel (2016) memulai era baru dengan computational photography, di mana perangkat lunak dan AI digunakan untuk memproses gambar dan meningkatkan kualitas foto, terutama di malam hari.
Night Sight dari Google, yang diperkenalkan di Google Pixel 3 (2018), adalah contoh utama dari teknologi ini, yang memungkinkan pengambilan foto dalam kondisi hampir gelap dengan hasil yang mengesankan.
Sejak 2018, mode malam menjadi fitur standar di banyak smartphone flagship. Mode ini memanfaatkan algoritma pemrosesan gambar yang mengambil beberapa foto dengan eksposur berbeda dan menggabungkannya untuk menghasilkan satu gambar dengan pencahayaan dan detail yang optimal.
Perangkat seperti Huawei P30 Pro (2019) dan iPhone 11 Pro (2019) dikenal karena kemampuan mode malamnya yang luar biasa. Berikut adalah 6 rekomendasi smartphone terbaik untuk foto di malam hari.
