7 Hari Nihil, Pencarian Pendaki di Bukit Mongkrang Diperpanjang

- Tim SAR gabungan mengerahkan hingga 10 Search and Rescue Unit (SRU) dengan total hampir 300 personel, termasuk anjing pelacak, dalam operasi pencarian.
- Yazid Ahmad Firdaus pamit naik Bukit Mongkrang bersama dua rekannya dan tiba di area parkiran bawah Mongkrang pada Minggu pagi.
- Firdaus bukan pendaki pemula dan sudah sering melakukan aktivitas trail run di kawasan Bukit Mongkrang dan Gunung Lawu sebelumnya.
Karanganyar, IDN Times – Pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus, pendaki asal Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang kawasan lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar belum membuahkan hasil.
Akhirnya Tim SAR gabungan sepakat memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari ke depan. Keputusan tersebut diambil melalui rapat koordinasi yang melibatkan BPBD Karanganyar, Basarnas, Forkopincam Tawangmangu, aparat keamanan, relawan, serta pihak keluarga korban.
“Selama tujuh hari pencarian hasilnya masih nihil. Namun, berdasarkan kesepakatan bersama, pencarian diperpanjang selama tiga hari, yakni Senin hingga Rabu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayotno, Senin (26/1/2026).
1. Hampir 300 personel dikerahkan

Hendro menjelaskan, pada hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan hingga 10 Search and Rescue Unit (SRU) yang disebar ke sejumlah sektor rawan di jalur pendakian Bukit Mongkrang.
Total personel yang terlibat dalam operasi ini mencapai hampir 300 orang, terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat. Selain itu, anjing pelacak (K9) dari Polres juga diturunkan untuk membantu menelusuri kemungkinan keberadaan korban.
“Beberapa titik yang tercium bau menyengat sudah kami telusuri secara intensif. Relawan juga kami fokuskan ke area-area tersebut, namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Hendro.
2. Korban berpamitan naik Bukit Mongkrang bersama temannya

Korban merupakan anak ketiga dari pasangan Sapto Mulyono dan Rustiningsih. Sebelumnya, Sapto mengatakan jika putranya berpamitan langsung sebelum berangkat ke Mongkrang bersama dua rekannya, Salman dan Sukma.
“Daus pamit mau ke Mongkrang. Berangkat dari rumah sekitar jam delapan pagi naik mobil temannya,” ujar Sapto, Selasa (20/1/2026).
Rombongan disebut berangkat pada Sabtu malam dan tiba di area parkiran bawah Mongkrang sekitar pukul 03.00 WIB. Pendakian kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi. Kekhawatiran keluarga mulai muncul saat rekan korban menghubungi keluarga pada Minggu dini hari.
“Sekitar jam 03.30, temannya menghubungi adiknya menanyakan Daus sudah pulang atau belum. Dari situ kami langsung kaget,” katanya.
3. Korban berpengalaman trail run di Lawu

Sapto menegaskan, putranya bukan pendaki pemula. Daus diketahui sudah lebih dari lima kali melakukan aktivitas trail run di kawasan Bukit Mongkrang dan Gunung Lawu.
“Dia sudah sering ke sini. Bahkan dua minggu sebelumnya naik turun sendiri sampai dua kali,” ungkap Sapto.
Namun sejak berpamitan, keluarga sama sekali tidak menerima kabar dari korban. Ponsel korban tidak aktif, sementara jam tangan Garmin yang biasa digunakan juga tidak bisa dilacak karena sinyal GPS terakhir tidak terdeteksi.
Rustiningsih menambahkan, kondisi kesehatan putranya dalam keadaan prima sebelum berangkat. Daus rutin berolahraga, mulai dari lari, berenang, hingga latihan di pusat kebugaran.
“Fisiknya sangat bugar, tidak ada riwayat sakit,” ujarnya.
Hingga pencarian memasuki hari kedelapan, pihak keluarga berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR dan relawan yang terus berupaya melakukan pencarian di medan yang cukup ekstrem.

















