Serapan Beras Ditarget Naik, Bulog Jateng Pakai Alat Ini Pas Hujan

Semarang, IDN Times - Memasuki tahun 2026, Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah ancang-ancang menyerap beras sebanyak 374.658 ton.
Target serapan beras tersebut meningkat 32 persen atau 90.956 ton ketimbang kondisi 2025 kemarin.
Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati mengatakan dengan peningkatan target serapan beras, maka pihaknya mengharapkan peran aktif dari empat kantor cabang yang membawahi 25 kabupaten/kota.
"Target pengadaan PSO ini meningkat 32 persen atau 90.956 ton kalau dibandingkan dengan target tahun kemarin," kata Sri, Minggu (25/1/2026).
Lebih jelas lagi, Sri menekankan untuk penyerapan jagung, secara nasional target yang diberikan pemerintah sebanyak 1 juta ton. Sehingga target untuk Bulog Jateng sebanyak 70.000 ton.
Untuk pasar komersial dan guna memenuhi kebutuhan masyarakat luas, pihaknya juga diminta menyiapkan beras kualitas premium maupun medium.
"Tentunya untuk memenuhi tugas pemerintah, dibutuhkan strategi yang komprehensif," terangnya.
Memasuki musim panen gabah tahun ini yang mulai diprediksi beberapa wilayah akan mencapai puncaknya pada Maret 2026, pihaknya berkata kini memastikan infrastruktur pergudangan yang cukup dan kondisi prima.
Selanjutnya menyiapkan sarana pengolahan terutama mechanical dryer yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kondisi cuaca.
Sebab dari info BMKG disebutkan akhir Januari dan awal Februari mendatang secara umum kategorinya menengah sampai tinggi dengan curah hujan antara 101 sampai 500 milimeter untuk mayoritas wilayah Jawa Tengah.
"Dan bahkan sebagian kecil wilayah kami di Pemalang, Kabupaten Tegal, Kendal, Kudus, dan Pati kategori curah hujan sangat tinggi di atas 500 milimeter," ungkapnya.
Selanjutnya setelah gabah kering panen diolah melalui sarana pengeringan, maka dibutuhkan sarana RMU atau pengolahan gabah menjadi beras yang memadai.
Untuk itu Bulog Kanwil Jateng membangun sinergi kemitraan dan komunikasi dengan berbagai pihak mulai dari unsur pemerintah TNI/Polri melalui jajaran Babinsa untuk gabah/beras dan Bhabinkamtibmas untuk serapan jagung, PPL, mitra pengolahan, mitra pengadaan pangan, jasa pergudangan, surveyor, hingga jasa transportasi.
"Untuk mencapai target serapan, kami mengoptimalkan serapan sejak awal panen," pungkasnya.

















