Jasindo Pantau Klaim Asuransi Tani 4 Kabupaten di Jateng Capai Rp9,8 M

Asuransi Jasindo sedang mengawal pencairan klaim asuransi bagi para petani yang terdampak banjir bandang di empat kabupaten wilayah Jawa Tengah.
Tercatat empat kabupaten yang dimaksud antara lain Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati.
Table of Content
1. Jasindo kawal verifikasi dan pembayaran klaim asuransi tani

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menuturkan pihaknya menerima laporan klaim dari empat kabupaten terdampak banjir dengan total luasan lebih 1.600 hektare dan nilai klaim diestimasikan melebihi angka Rp9,8 miliar.
"Kami berkomitmen untuk mengawal proses verifikasi dan pembayaran klaim sesuai ketentuan yang berlaku agar petani dapat segera melanjutkan usaha taninya,” ujar Brellian, Jumat (20/2/2026).
Hingga berita ini ditulis, total luas dan klaim dari lahan pertanian yang terdampak masih terus dilakukan penghitungan agar sesuai dengan yang terjadi di lapangan.
2. Perlindungan asuransi bisa bikin petani dapat kepastian finansial

Sebagai perusahaan asuransi nasional yang mendapat penugasan pemerintah dalam pelaksanaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pihaknya menyatakan siap mengawal proses klaim bagi para petani terdampak banjir di Jawa Tengah.
Menurut Brellian, AUTP menjadi instrumen perlindungan strategis menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor pertanian nasional. Apalagi di tengah meningkatnya resiko perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
"Perlindungan asuransi memungkinkan para petani mendapatkan kepastian finansial ketika terjadi gagal panen akibat banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman. Contohnya seperti yang terjadi pada beberapa kabupaten di Jawa Tengah," bebernya.
3. Perlindungan dari AUTP sejalan dengan program swasembada pangan

Lebih lanjut lagi, Brellian juga bilang, perlindungan melalui AUTP sejalan upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan serta mendukung implementasi Asta Cita dalam aspek kemandirian dan ketahanan pangan.
Dengan perlindungan asuransi, menurutnya resiko produksi dapat diminimalkan sehingga keberlangsungan tanam tetap terjaga.
Asuransi Jasindo juga terus mendorong sinergi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya agar semakin banyak lahan pertanian yang terasuransi.
Sementara pihaknya akan terus meningkatkan literasi dan penetrasi asuransi pertanian, sekaligus memastikan proses klaim dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel demi menjaga kepercayaan petani serta stabilitas sektor pertanian nasional.
"Semakin luas cakupan AUTP, semakin kuat perlindungan bagi petani dan semakin kokoh fondasi menuju swasembada pangan nasional," kata Brellian.


















