BI: Optimisme Konsumen di Jateng Diprediksi Meningkat di Tahun 2026

- Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 mencapai 129,55, naik dari Desember 2025 yang sebesar 117,77 dan menunjukkan level optimis.
- Peningkatan keyakinan ini didorong oleh persepsi positif masyarakat terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta konsumsi barang tahan lama.
- Indeks Ekspektasi Konsumen juga meningkat menjadi 144,44, menandakan optimisme tinggi terhadap pendapatan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha enam bulan ke depan.
Semarang, IDN Times - Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (BI Jateng) memprediksi optimisme konsumen di Jawa Tengah pada tahun 2026 akan meningkat. Kondisi itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 129,55 yang berada pada level optimis (lebih dari 100) pada bulan Januari 2026.
1. Keyakinan konsumen bulan Januari 2026 meningkat

Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reina Sari mengatakan, keyakinan konsumen pada bulan Januari 2026 meningkat dibandingkan bulan Desember 2025 dengan IKK sebesar 117,77.
‘’Kondisi tersebut didorong oleh indikator kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap perekonomian ke depan yang berada pada level optimis,’’ ungkapnya, Jumat (20/2/2026).
Perkembangan IKK Jateng ini sejalan dengan hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia secara nasional serta perkembangan IKK di Kota Semarang, Solo, Purwokerto, dan Tegal yang juga berada pada level optimis.
2. Persepsi positif masyarakat terhadap penghasilan

Reina menerangkan, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tercermin pada Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 114,66, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 102,98.
‘’Optimisme tersebut ditopang oleh persepsi positif terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta konsumsi barang tahan lama,’’ terangnya.
3. Optimisme konsumen diprediksi tetap tinggi

Ke depan, optimisme konsumen diprediksi tetap tinggi. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 144,44, meningkat dibandingkan Desember 2025 sebesar 132,55.
‘’Peningkatan optimisme tersebut terutama didukung oleh keyakinan optimis terhadap peningkatan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha pada enam bulan mendatang,’’ tandas Reina.


















