Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Petaka Bubuk Mercon di Wonosobo, Satu Pemuda Terluka Terkena Ledakan

Petaka Bubuk Mercon di Wonosobo, Satu Pemuda Terluka Terkena Ledakan
ilustrasi petasan (unsplash.com/Etienne Girardet)
Intinya Sih
  • Ledakan hebat terjadi di Pandansari, Wonosobo, saat dua pemuda merakit petasan menggunakan bubuk mercon dan mesin gerinda, menyebabkan satu korban luka bakar serius.
  • Korban berinisial FR mengalami luka robek dan bakar di tangan, dada, wajah, serta paha, dan kini menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.
  • Polisi masih menyelidiki asal bahan peledak ilegal tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak membuat atau menyimpan petasan karena berisiko tinggi serta melanggar hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Wonosobo, IDN Times – Aktivitas merakit petasan berujung petaka di wilayah Pandansari, Kelurahan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sebuah ledakan hebat terjadi saat proses pembuatan mercon pada Kamis malam, yang menyebabkan seorang pemuda berinisial FR menderita luka bakar serius.

Kapolsek Kertek, AKP Sutono, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB. Korban kini harus menjalani perawatan intensif akibat luka robek dan bakar di sekujur tubuhnya.

Peristiwa bermula saat korban FR bersama rekannya, AR, membeli bubuk mercon di Dusun Siono, Desa Bojasari. Keduanya kemudian merakit petasan di dalam rumah seorang warga berinisial M.

Nahas, saat sedang merakit menggunakan gulungan kertas, mereka diduga menggunakan mesin gerinda pemotong besi di dekat bahan peledak tersebut. Percikan api dari mesin gerinda seketika menyambar bahan petasan dan memicu ledakan kuat.

Ledakan tersebut mengakibatkan FR mengalami luka-luka yang cukup parah. Warga sekitar yang terkejut mendengar suara ledakan langsung melarikan korban ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar dan luka robek pada kedua tangan, dada, wajah, hingga paha," jelas AKP Sutono melansir dari Antara, Jumat (20/2/2026).

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Polisi fokus menelusuri rantai distribusi bahan petasan ilegal yang didapat oleh para pemuda tersebut.

"Kami masih menyelidiki dari mana bahan petasan itu diperoleh. Jika terbukti ada pelanggaran pidana, kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Pihak kepolisian juga kembali mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak nekat membeli, menyimpan, apalagi merakit bahan peledak secara mandiri karena risiko nyawa dan jeratan hukum yang mengintai.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More