Cara Kelompok Wanita Tani Belajar Budidaya Pertanian di Salatiga

- PT PLN Indonesia Power UBP Semarang mendorong peran aktif para perempuan mitra binaan dengan meningkatkan kemampuan mengolah produk hasil pertanian.
- Diharapkan bisa ciptakan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Tanjungmas.
- Emak-emak dibekali dengan teknik budidaya dan pengolahan hasil pangan relevan, serta mendapat pendampingan dari LPUBTN Keuskupan Agung Semarang.
Salatiga, IDN Times - PT PLN Indonesia Power UBP Semarang mendorong peran aktif para perempuan mitra binaan dengan meningkatkan kemampuan mengolah produk hasil pertanian.
Salah satunya, dua kelompok wanita tani, yaitu KWT Agro Tanjung di RW 10 dan KWT Cantik Bahari RW 15 dari Kelurahan Tanjung Mas diajak belajar budidaya pertanian di Kawasan Pusat Pelayanan Pertanian Terpadu (KPPT) Salatiga.
Pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas dimaksud agar para anggota KWT dapat melakukan studi banding sekaligus praktik langsung di lingkungan pertanian terpadu yang modern.
1. Diharapkan bisa ciptakan kemandirian ekonomi

Dalam kesempatan tersebut, Dadan Budiansyah, Officer Community Development PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan kelompok.
"Melalui peningkatan kapasitas di KPPT Salatiga ini, kami ingin memastikan bahwa mitra binaan kami tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga kompetensi teknis yang mumpuni. Kami berharap KWT Agro Tanjung dan KWT Cantik Bahari dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Tanjungmas," ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (19/2/2026).
2. Diajari teknik budidaya pengolahan pertanian yang relevan

Di lokasi tersebut, sejumlah emak-emak dibekali dengan berbagai teknik budidaya dan pengolahan hasil pangan yang relevan dengan kondisi lingkungan mereka, guna memastikan bahwa keberlanjutan pangan di wilayah Tanjungmas dapat terjaga dengan lebih optimal.
Adanya kegiatan itu bukan sekadar sebagai pelatihan rutin, katanya melainkan sebagai langkah strategis untuk mentransformasi kelompok masyarakat menjadi entitas yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
3. Indonesia Power minta pendampingan dari LPUBTN

Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara sektor industri dan akademisi/lembaga pendamping.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga menggandeng LPUBTN Keuskupan Agung Semarang sebagai mitra pendamping.
Peran LPUBTN sangat krusial dalam memberikan asistensi teknis maupun manajerial, memastikan setiap ilmu yang didapat di KPPT Salatiga dapat diimplementasikan secara nyata sekembalinya mereka ke lingkungan masing-masing.
"Melalui kolaborasi ini, diharapkan KWT Agro Tanjung dan KWT Cantik Bahari mampu tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan," tandasnya.


















