Pemeriksaan Genomik Bisa Deteksi Kanker, Jantung, Gangguan Metabolik

Tahapan proses pemeriksaan genomik di era kekinian diprediksi mampu menembus batas-batas kemampuan medis di Indonesia.
Perkembangan ilmu kedokteran kini bergerak cepat menuju era personalized medicine, di mana pencegahan dan terapi kesehatan disesuaikan dengan profil biologis setiap individu.
Dalam sesi dialog interaktif bertajuk Healthy Talk pada perayaan Imlek yang digelar Laboratorium CITO, seorang dokter spesialis forensik, Jefman Efendi Marzuki HY, mengatakan pemeriksaan genomik kini tidak lagi sebatas penelitian atau teknologi masa depan.
Menurutnya, tes genetik sudah mulai berperan dalam membantu masyarakat memahami risiko penyakit sebelum gejala muncul.
“Dengan pemeriksaan genomik, seseorang dapat mengetahui kecenderungan risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik. Ini membuka peluang intervensi dini yang jauh lebih efektif,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, pendekatan kesehatan modern kini beralih dari kuratif menjadi preventif.
Artinya, masyarakat tidak lagi menunggu sakit untuk memeriksakan diri, melainkan mulai memanfaatkan teknologi untuk menjaga kesehatan sejak awal.
Fenomena ini turut mendorong transformasi layanan laboratorium medis. Direktur Bisnis Laboratorium Medis CITO, Badru Rochmat, menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama evolusi layanan kesehatan.
Menurut Badru, masyarakat modern menuntut layanan yang lebih cepat, personal, dan berbasis teknologi digital. “Kebutuhan pasien kini berubah. Mereka ingin layanan yang akurat, praktis, dan relevan dengan kebutuhan nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa integrasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan layanan digital, menjadi langkah penting untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di masa depan.
Dari diskusi tersebut memperlihatkan bahwa masa depan layanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada pengobatan, tetapi juga pada kemampuan memprediksi dan mencegah penyakit melalui pendekatan ilmiah yang lebih personal.


















