Isak Tangis Iringi Pemakaman Engineer ATR 42-500 di Klaten

- Restu Adi Pribadi, engineer ATR 42-500 yang jatuh di Pangkep dimakamkan di Klaten
- Jenazah tiba di rumah duka disambut isak tangis keluarga dan warga sebelum dimakamkan
- Almarhum dikenal sebagai pribadi baik dan gemar membantu warga meski berdomisili di Jakarta
Klaten, IDN Times - Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman Restu Adi Pribadi (39), jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Jenazah engineer pesawat tersebut dimakamkan di kampung halamannya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (25/1/2026) siang.
1. Makam dekat sang ibu

Almarhum dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sasono Loyo Etan, Desa Sidoharjo, tepat di samping makam sang ibu. Prosesi pemakaman yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB tersebut berjalan khidmat dan diwarnai isak tangis keluarga.
Ayah almarhum, Suhadi Darmo Wiyono, menuturkan bahwa letak makam putranya memang disandingkan dengan makam ibundanya yang telah wafat tiga tahun silam.
"Di samping ibunya, di sampingnya. Ibunya sudah meninggal dunia tiga tahun lalu," ungkap Suhadi usai pemakaman, Minggu (25/1/2026).
2. Tiba disambut isak tangis

Sebelum dimakamkan, jenazah tiba di rumah duka di Dusun Tlangu Kulon, RT 02/RW 01, Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Klaten, sekitar pukul 12.18 WIB. Kedatangan mobil jenazah yang dikawal jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) disambut tangis keluarga dan warga.
Setelah prosesi serah terima kedinasan dan penyerahan dokumen identifikasi korban (DVI) dari pihak KKP kepada keluarga, peti jenazah dibawa ke Masjid Baitul Hikmah untuk disalatkan. Istri almarhum, Dyah Aprilia, turut serta dalam barisan jemaah yang menyalatkan jenazah suaminya.
Kepala Urusan (Kaur) Umum Stasiun PSDKP Cilacap, Adia Candra menjelaskan, jenazah sebelumnya tiba di kargo Bandara YIA sekitar pukul 09.35 WIB sebelum dibawa melalui jalur darat ke Klaten.
“Kami mewakili KKP mengantarkan jenazah ke rumah duka, dan kami di sini memberikan penghormatan terakhir. Korban berdedikasi telah membantu mengawasi wilayah Kementerian Kelautan dan Perikanan,” katanya.
3. Sosok yang gemar membantu

Kepergian Restu menyisakan kenangan mendalam bagi warga sekitar. Kepala Desa Sidoharjo, Tri Manto mengungkapkan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan memiliki kepedulian sosial tinggi meski berdomisili di Jakarta.
Menurut informasi yang diterima Tri, keberadaan Restu dalam penerbangan nahas tersebut adalah untuk menggantikan tugas rekannya.
“Almarhum orangnya baik, ia tinggal di Jakarta, tetapi kalau pulang ke sini suka membantu warga dan bermasyarakat. Informasinya ia tidak tugas, tetapi pas menggantikan temannya,” kata Tri.
Di pemakaman, istri almarhum, Dyah Aprilia, tampak tegar meski air mata terus mengalir. Sambil memeluk erat foto mendiang suaminya, ia melantunkan doa saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Bersama anaknya, Dyah memetik bunga dari karangan bunga dan menaburkannya di pusara Restu sebagai tanda perpisahan terakhir.
Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tiga pegawai KKP dan tujuh kru pesawat, termasuk almarhum Restu Adi Pribadi.

















