Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Kelurahan di Solo Terendam Banjir, 715 KK Terdampak

9 Kelurahan di Solo Terendam Banjir, 715 KK Terdampak
Banjir yang terjadi di Kota Solo, Rabu (15/4/2026). (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Banjir melanda Kota Solo sejak 14 April 2026 malam, merendam sembilan kelurahan dan berdampak pada 715 kepala keluarga dengan 109 warga harus mengungsi.
  • Wilayah terdampak mencakup Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, Panularan, dan Laweyan dengan genangan air mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
  • Pemerintah Kota Solo menyebut luapan Kali Jenes tanpa talud sebagai penyebab utama banjir dan telah berkoordinasi dengan BPBD serta PMI untuk evakuasi dan bantuan warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times - Banjir yang melanda Kota Solo sejak Selasa (14/4/2026) malam berdampak luas di sejumlah wilayah. Berdasarkan data sementara, sedikitnya delapan kelurahan terdampak dengan ratusan kepala keluarga (KK) merasakan langsung dampak bencana tersebut.

Data menunjukkan sebanyak 715 KK terdampak banjir, sementara 109 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

1. Ada 8 kelurahan terdampak banjir.

IMG_7677.jpeg
Banjir yang terjadi di Kota Solo, Rabu (15/4/2026). (IDN Times/Larasati Rey)

Adapun delapan kelurahan yang terdampak banjir meliputi Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, Panularan, dan Laweyan. Wilayah-wilayah tersebut mengalami genangan dengan ketinggian bervariasi, dari selutut hingga pinggang orang dewasa.

Sebagian kawasan bahkan dilaporkan mengalami genangan cukup parah hingga air masuk ke dalam rumah warga dan fasilitas umum.

Dari total 715 KK terdampak, sebagian memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi demi keselamatan. Sebanyak 109 warga kini berada di lokasi pengungsian yang telah disiapkan.

Kondisi ini menunjukkan besarnya dampak banjir terhadap kehidupan masyarakat, terutama di kawasan permukiman padat.

2. Data keluarahan di Solo yang terdampak banjir.

IMG_7681.jpeg
Banjir yang terjadi di Kota Solo, Rabu (15/4/2026). (IDN Times/Larasati Rey)

Data lokasi banjir dan pengungsi di Solo per Rabu (15/4) dini hari

Kelurahan Pajang

  • RT 03 RW 04: 15 KK, 13 Rumah, 34 Jiwa
  • RT 01 RW 04: 5 KK, 6 Rumah, 14 Jiwa
  • RT 01 RW 02: 2 KK, 3 Rumah
  • RT 01 RW 14: 55 KK, 50 Rumah

Kelurahan Kratonan

  • RT 01 RW 06
  • RT 02 RW 06

Kelurahan Joyosuran

  • RT 01 RW 08: 117 KK, 30 Rumah
  • RT 01 RW 03

Kelurahan Tipes

  • RW 15 = 31 KK, 19 Rumah
  • RW 12
  • RW 11
  • RT 03 RW 13

Kelurahan Bumi

  • RT 04 RW 06
  • RT 03 RW 06

Kelurahan Joyontakan

  • RT 03 RW 03: 8 KK, 6 Rumah
  • RT 02 RW 03: 7 KK, 6 Rumah

Kelurahan Sondakan

  • RT 05 RW 11: 2 KK, 2 Rumah
  • RT 06 RW 11: 11 KK, 6 Rumah, 2 Balita, 2 Lansia

Kelurahan Panularan

  • RT 04 RW 02: 90 KK
  • RT 01 RW 02: 40 KK
  • RT 02 RW 02: 30 KK
  • RT 03 RW 02: 15 KK
  • RT 05 RW 02: 12 KK

3. Luapan Kali Jenes yang tak bertalud jadi penyebab banjir.

IMG_7734.jpeg
Walikota Solo, Respati Ardi meninjau kawasan terdampak banjir di Joyontakan, Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Solo)

Sekda Surakarta, Budi Murtono mengatakan, untuk banjir di Kota Solo sudah mulai surut. Ia mengatakan penyebab banjir di kawasan yang dilewati aliran Sungai Jenes seperti di Laweyan, Tipes, Panularan, Sondakan, Bumi, Pajang, dan Kratonan diprediksi karena belum ada talud. Salah satu yang terdampak yakni wilayah RT 03 RW 15, Tipes, Serengan.

"Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Solo Respati Ardi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan PMI untuk segera melakukan evakuasi dan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Pihaknya juga terus mengoptimalkan pompa air dan memantau debit aliran sungai.

“Banjir di Solo ini banyak terdampak di rumah-rumah yang dilewati Kali Jenes, itu yang kena dampak. Dan dampak dari kabupaten sekitar kita pantau pintu-pintu air dari Wonogiri dan juga Sukoharjo, dan hari ini kita stand by untuk menjaga dan kami menghimbau masyarakat untuk menghubungi lurah dan camat masing-masing, dan kami juga menurunkan BPBD di sepanjang titik-titik,” jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More