Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wakil Rektor UIN Walisongo Kecam Ulah Dosen FH Pengirim Chat Mesum

Wakil Rektor UIN Walisongo Kecam Ulah Dosen FH Pengirim Chat Mesum
Sejumlah mahasiswi berkumpul di area diskusi menolak tindakan kekerasan seksual di UIN Walisongo Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Seorang dosen Fakultas Hukum UIN Walisongo berinisial Z diduga mengirim chat mesum kepada mahasiswi, dan kasusnya kini diproses oleh sejumlah organisasi mahasiswa.
  • Korban belum melapor resmi karena trauma dan tekanan, sementara pihak mahasiswa menilai rektorat kurang serius menangani dugaan pelanggaran tersebut.
  • Wakil Rektor III Ummul Baroroh mengecam keras tindakan dosen itu serta menyerukan agar seluruh civitas akademika menghentikan praktik kekerasan seksual dan budaya patriarki di kampus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organ IMM, Eksospol Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) dan Pusat Studi Gender dan Agama (PSGA) sedang memproses tindakan seorang dosen yang kedapatan mengirim chat mesum kepada mahasiswi.

Koordinator Eksospol Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo, Farid Muhammad mengatakan dosen yang mengirim chat mesum tersebut berasal dari Fakultas Hukum (FH). "Dia dari Fakultas Hukum. Kami mengidentifikasi dia terduga. Insialnya Z," kata Farid di sela diskusi menolak tindakan kekerasan seksual di UIN Walisongo, Senin (11/6/2026).

Table of Content

1. Korban trauma dengan narasi negatif media tertentu

1. Korban trauma dengan narasi negatif media tertentu

IMG_20260511_161904.jpg
Koordinator KSMW UIN Walisongo Semarang memberi pernyataan kepada media. (IDN Times/ Fariz Fardianto)

Saat ini, katanya korban chat mesum tersebut belum berani melapor secara resmi kepada Satgas Anti Kekerasan Seksual. Sebab selain diliputi perasaan trauma, korban juga takut karena keburu diframing oleh media massa tertentu.

Ketakutan korban juga bertambah karena merasa ada tekanan. "Sedangkan untuk pelaku sudah diidentifikasi. Sebetulnya di tahun-tahun sebelumnya, tidak hanya sekarang pernah kejadian bahkan juga mencuat. Tetapi tidak pernah mendapat respon dari pihak kampus," ungkapnya.

2. Pelaku chat mesum disinyalir dilindungi rektorat

IMG_20260511_164340.jpg
Suasana UIN Walisongo Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pihaknya mensinyalir ulah mesum dosen tersebut tidak mendapat penanganan yang serius dari rektorat UIN Walisongo karena ada indikasi dilindungi oleh Rektor UIN Walisongo yang menjabat pada 2008 silam.

Oleh sebab itulah pihaknya mendesak kasus mesum yang melibatkan dosen inisal Z tersebut untuk diusut rektorat.

3. Dosen jangan seenaknya kepada mahasiswi

IMG_20260511_165256_1.jpg
Sejumlah civitas akademika kompak tolak kekerasan seksual. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UIN Walisongo Semarang, Ummul Baroroh mengingatkan kepada para dosen maupun pimpinan rektorat agar jangan berlaku seenaknya kepada bawahan terutama mahasiswi. 

"Kita todak boleh mentolelir bullying tidak boleh mentolelir perundungan ataupun kekerasan seksual. Di dalam Islam ada kemuliaan pada ketaqwaannya. Bukan karena dia dosen seenaknya dengan mahasiswa. Bukan karena pimpinan maka seenaknya pada bawahannya. Kita semua sama kedudukannya di mata Allah SWT," tegasnya.

Lebih jauh, ia berkata adanya persoalan kekerasan seksual yang mencuat kali ini tidak diinginkan semua pihak. Ia mengecam tindakan dosen yang mengirim chat mesum ke mahasiswi tersebut.

"Kita membencinya. Kalau ada kekerasan seksual maka meluas pada tindakan bullying. Harapannya kita musti aware peduli terhadap kasus itu. Kita musti mencegahnya. Memang budaya patriarki masih menghegemonie pada masyarakat kita. Tapi kita perlu bersama mengubah budaya tersebut. Kita yang sudah terdidik belajar konstruksi agama maka perlu memahami dengan tafsir yang baru, dengan pola pikir yang baru," urainya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More