Alasan Gus Yasin Tawarkan Pesantren Obah ke Para Kiai Ungaran

- Cawagub nomor urut 2, Taj Yasin Maimoen menawarkan program pesantren obah kepada para kiai di Ponpes Darusalam Sempon, Kalirejo Kabupaten Semarang.
- Program Pesantren Obah sudah berjalan selama lima tahun dan perlu dilanjutkan karena masih ada program yang belum tuntas serta ditambahi program baru seperti insentif guru agama dan program tahfid.
- Pesantren Obah akan meningkatkan lembaga pesantren yang sudah dinaungi pendidikan formal, memberikan pelatihan soft skill para santri, dan melatih para santri menjadi juru sembelih halal. Selain itu, juga akan meningkatkan sarana prasrana pesantren agar bisa berkembang dengan fasilitas yang mumpuni.
Semarang, IDN Times - Cawagub nomor urut 2, Taj Yasin Maimoen mencoba menawarkan program pesantren obah kepada para kiai yang ditemuinya di Ponpes Darusalam Sempon, Kalirejo Kabupaten Semarang.
Gus Yasin bilang sesuai namanya, Pesantren Obah ialah bagaimana membuat pesantren terus didorong untuk bergerak maju dan berkembang dari segala sisi.
"Karena pesantren benteng akhlak termasuk ekonomi," kata putra almarhum Maimoen Zubair tersebut, Minggu (29/9/2024).
1. Pesantren obah nyatanya program lama

Pesanten Obah juga menurut mantan wagub Jateng ini adalah program yang sebenarnya sudah dijalankan selama lima tahun menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018-2023. Namun perlu dilanjutkan karena masih ada beberapa program yang belum tuntas dan ditambahi program yang baru.
"Program Pesantren Obah ini banyak. Seperti pemberian insentif guru agama belum semua genap dapat bentuan. Masih ada sekitar 40 persen guru agama belum dapat insentif harus kita lanjutkan lagi," paparnya.
2. Gus Yasin beberkan manfaat pesantren obah

Juga program tahfid yang sudah berjalan lima tahun lalu. Ada ponpes tahfid yang setiap tahun atau dua tahunan melakukan wisuda, di Pesantren Obah juga ada anggarannya.
"Pesantren Obah ingin meningkatkan lembaga pesantren yang sudah dinaungi pendidikan formal seperti SMA Aliyah, SMK Ponpes Salaf, Madrasah Takmiriyah untuk distandarisasi kompetensinya dengan ijazah dapat diakui. Sehingga lulusannya bisa diterima di dunia kerja secara luas. Sebab ada beberapa keluhan santri mau daftar Kepala Desa / Perangkat Desa tidak bisa karena terkendala ijasahnya belum standar kompetensi. Di Pesantren Obah akan kita dorong supaya ada solusi," imbuhnya.
3. Lulusan santri dijanjikan bisa kuliah S2

Gus Yasin menambahkan, antar pesantren kedepan perlu diperkuat dan dilindungi. Termasuk Pesantren Ma'had Ali kedepan santrinya harus bisa lanjut kuliah S2 dengan beasiswa.
"Kami di Provinsi Jawa Tengah akan memberikan pelatihan soft skill para santri. Tidak berhenti sampai pelatihan, tetapi berkelanjutan sampai santri dapat Sertifikat Kompetensi."
Di Pesantren Obah, kata Gus Yasin, para santri juga akan dilatih untuk ketrampilan menjadi juru sembelih halal atau "Kang Jalal" alias tukang jagal halal. Sehingga santri juga akan bisa bekerja di perusahaan pemotongan ayam dan sapi secara halal. Sehingga menghilangkan keresahan masyarakat soal keraguan pemotongan hewan Halalan Thayyiban.
Taj Yasin juga akan meningkatkan sarana prasrana pesantren agar bisa berkembang dengan fasilitas yang mumpuni. Dia mengakui Perda Ponpes di tingkat Provinsi sudah disahkan tetapi sampai saat ini belum dijalankan. Butuh Pergub, ini juga akan didorong.
"Tinggal membuat Pergubnya. Kalau kita dipercaya umat, nanti akan segera kita buat Pergub atas Perda Pesantren sehingga semua program Pesantren Obah bisa dieksekusi semua untuk santri dan pesantren," tutupnya.



















