Pekalongan, IDN Times - Kondisi musim kemarau berpotensi memengaruhi produksi pangan dan memicu lonjakan harga di Jawa Tengah. Merespons situasi ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah antisipasi, khususnya untuk menjaga inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food).
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho atau akrab disapa Nunu, pada Kamis (13/8/2026) menyebutkan, inflasi di Jawa Tengah saat ini relatif terkendali. Bulan lalu, Jawa Tengah mencatat deflasi 0,13 persen dengan inflasi tahunan (year on year) sebesar 2,6 persen.
"Angka ini relatif masih dalam target inflasi kita yang 2,5 plus minus 1. Memang yang masih perlu diwaspadai adalah volatile food," ujar Nunu.
Beberapa komoditas penyumbang inflasi yang menjadi sorotan meliputi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan beras. Kenaikan harga komoditas ini berdampak besar pada daya beli konsumen, terutama masyarakat berpendapatan tetap.
