- Pekan Olahraga Nasional (PON)
- Asian Games
- Games of the New Emerging Forces (Ganefo)
- Upacara Peringatan Hari Raya Waisak.
Api Abadi Mrapen Grobogan Padam Total, ESDM Jateng Ungkap Penyebabnya

- Penyebab padamnya api adalah sumbatan lumpur yang menghalangi aliran gas dari perut bumi, bukan karena habisnya cadangan gas alam.
- Tim teknis akan segera membersihkan material lumpur untuk memulihkan api, dengan optimisme bahwa ketersediaan gas masih memadai.
- Keluhan wisatawan muncul setelah video viral di TikTok menunjukkan kekecewaan pengunjung atas kondisi mati Api Abadi Mrapen, situs bersejarah Jawa Tengah.
Grobogan, IDN Times– Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menargetkan situs Api Abadi Mrapen dapat kembali menyala pada pekan kedua Februari 2026. Target itu ditetapkan usai Dinas ESDM bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Jawa Tengah inspeksi langsung ke lokasi di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/2/2026).
Untuk diketahui, situs legendaris yang menjadi sumber api berbagai perhelatan internasional tersebut dilaporkan padam total sejak 1 Januari 2026.
1. Penyebab utama adalah sumbatan lumpur

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Dwi Suryono mengatakan, padamnya api bukan disebabkan oleh habisnya cadangan gas alam, melainkan adanya masalah teknis pada jalur keluar gas.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, ditemukan material lumpur yang menyumbat aliran gas dari perut bumi. Sumbatan ini memutus suplai bahan bakar alami ke permukaan sehingga api tidak dapat berkobar.
”Sekarang posisinya tersumbat. Harus di-treatment agar bisa normal kembali,” ujar Dwi Suryono di lokasi, Selasa (3/2/2026).
2. Penanganan dan ketersediaan gas

Terkait langkah pemulihan, Dwi menyebutkan, tim teknis akan segera melakukan pembersihan intensif untuk mengangkat material lumpur tersebut. Pihaknya optimistis penanganan tersebut tidak memakan waktu lama.
Dwi juga menepis kekhawatiran mengenai ketersediaan sumber daya alam di kawasan tersebut. Berdasarkan data geologis, potensi gas di Mrapen dipastikan masih memadai untuk menjaga nyala api dalam jangka panjang.
”Dari hasil penelitian, gasnya masih melimpah. Nanti akan dibersihkan sampai lumpurnya terangkat. Mohon doanya dalam waktu sepekan ke depan dapat menyala lagi,” tambahnya.
3. Keluhan wisatawan dan sejarah situs

Isu padamnya Api Abadi Mrapen mencuat ke publik setelah beredar video viral di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, sejumlah pengunjung meluapkan kekecewaan karena mendapati objek wisata andalan Jawa Tengah itu dalam kondisi mati saat dikunjungi.
Sebagai informasi, Api Abadi Mrapen merupakan situs geologi yang memiliki nilai sejarah tinggi. Api dari situs itu secara tradisional digunakan sebagai sumber nyala obor untuk berbagai agenda besar kenegaraan dan olahraga, antara lain:


















