Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Merawat Tanah Kelahiran, Cara Phapros Mengobati Sungai Sam Poo Kong Semarang

Merawat Tanah Kelahiran, Cara Phapros Mengobati Sungai Sam Poo Kong Semarang
Salah satu bangunan di Sam Poo Kong Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Intinya Sih
  • PT Phapros Tbk rayakan HUT ke-72 dengan aksi lingkungan menyalurkan eco enzyme di drainase kawasan wisata Sam Poo Kong, Semarang, untuk mengurangi pencemaran dan risiko banjir.
  • Cairan eco enzyme hasil fermentasi sampah organik ini mampu mengurai limbah rumah tangga dan menurunkan kadar polutan; langkah Phapros mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.
  • Phapros berkomitmen memperluas program hijau melalui penanaman pohon dan ekonomi sirkular di berbagai daerah Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah daerah serta mendorong gaya hidup ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bukan dengan pesta kembang api, Phapros merayakan tujuh dekade eksistensinya dengan merawat ekosistem Simongan, yang menegaskan kembali bahwa kesehatan sebuah korporasi tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kesehatan lingkungannya.

Semarang, IDN Times - Aliran drainase yang melintasi kemegahan cagar budaya Sam Poo Kong Simongan, Semarang, kerap menyimpan ironi, terlebih di tengah bayang-bayang anomali iklim perkotaan: airnya berubah pekat dan membawa aroma tidak sedap akibat serbuan limbah domestik. Di balik pendar cat warna merah bangunan khas Tiongkok yang memikat ribuan turis setiap bulannya, saluran air itu sedang "sakit".

Menyadari kondisi tersebut, PT Phapros Tbk mengambil langkah di luar kebiasaan. Menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72, perusahaan farmasi yang berdiri 21 Juni 1954 itu tidak menggelar seremonial megah yang habis dalam sehari, melainkan turun ke parit, melepaskan 30 liter konsentrat eco enzyme--cairan cokelat pekat beraroma khas fermentasi asam yang menyegarkan--pada Minggu (21/6/2026). Langkah itu menjadi manifestasi hidup dari tema besar HUT ke-72 Phapros: Phapros Itu Sehat, Sehat Itu Phapros.

1. Filosofi menyehatkan manusia dan alam

Komisaris Utama PT Phapros Tbk, Alfi M Rustam. (IDN Times/Dhana Kencana)
Komisaris Utama PT Phapros Tbk, Alfi M Rustam. (IDN Times/Dhana Kencana)

Bagi Phapros, Simongan tidak sekadar alamat yang tercetak di atas kop surat mereka, melainkan rahim tempat perusahaan itu lahir dan tumbuh sejak tujuh dekade silam. Alasan historis itulah yang mendasari aksi pelepasan eco enzyme tersebut.

"Pertama memang kita tumbuh dan besar di sini. Sejak lahir kita ada di sini. Jadi, hal pertama yang dilakukan adalah merapikan apa yang ada di sekitar sini. Ini wujud konkret untuk masyarakat sekitar, sekaligus membantu mengatasi pencemaran dan banjir pada waktu-waktu tertentu," kata Komisaris Utama PT Phapros Tbk, Alfi M Rustam.

Pelepasan eco enzyme tersebut membawa pesan filosofis. Sebagai entitas farmasi yang bekerja menyehatkan fisik manusia, Phapros menyadari satu hukum ekologis yang tidak bisa ditawar: tubuh yang sehat tidak akan pernah bisa bertahan hidup di dalam ekosistem yang sakit. Oleh karena itu, mengobati saluran air di Simongan, pada hakikatnya, adalah perpanjangan tangan dari misi mengobati manusia itu sendiri.

2. Dari dapur ke saluran air

Penuangan eco enzyme di sungai kawasan Sam Poo Kong Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Penuangan eco enzyme di sungai kawasan Sam Poo Kong Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Secara kasat mata, angka 30 liter eco enzyme mungkin terdengar sederhana untuk ukuran korporasi besar. Namun, nominal itu berputar dalam sistem sirkular yang bernilai tinggi. Bagaimana tidak, konsentrat itu tidak didapatkan secara instan di pasaran, melainkan diproduksi secara mandiri oleh para karyawan dari sisa konsumsi organik kantin pabrik utama yang berlokasi di Jalan Simongan Nomor 131 Semarang itu.

Dalam hitungan sains lingkungan secara umum, konsentrat hasil fermentasi sampah organik yang kaya enzim amilase, protease, dan lipase itu merupakan katalisator utama. Bagaimana tidak, jika menggunakan rasio standar pengenceran pemulihan air kotor (1:1.000), sebanyak 30 liter konsentrat pekat itu diproyeksikan mampu mendekomposisi endapan, menekan amonia serta fosfat, dan memulihkan ekosistem pada 30 ribu liter (30 meter kubik) volume air limbah yang mengalir di kawasan wisata petilasan bersejarah tempat pendaratan Laksamana Cheng Ho (Zheng He)--seorang penjelajah muslim asal Tiongkok--tersebut.

Langkah taktis tersebut mendapat apresiasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani. Berdasarkan pantauan DLH, beban pencemaran utama di drainase Simongan justru disumbang oleh aktivitas rumah tangga domestik, bukan pabrik.

"Sebagian besar industri di Simongan sebenarnya sudah memiliki pengolahan air limbah yang cukup baik. Jadi, pencemaran terbanyak berasal dari limbah rumah tangga. Upaya penuangan eco enzyme oleh perusahaan seperti ini belum banyak dilakukan, sehingga menjadi langkah bagus yang patut dicontoh," jelas Glory.

Pernyataan DLH tersebut mendobrak stigma sekaligus membuka mata warga setempat. Salah satu warga, Agus, menyatakan, menuturkan bagaimana program pelepasan eco enzyme itu bisa menyentuh kesadaran kolektif warga setempat.

"Langkah Phapros yang mau turun tangan mengobati parit ini bikin kami malu kalau sampai besok masih buang sampah sembarangan lagi," tuturnya.

3. Perluasan komitmen hijau secara nasional

Penanaman pohon di kawasan pabrik PT Phapros Tbk di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Penanaman pohon di kawasan pabrik PT Phapros Tbk di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Aksi di Sam Poo Kong hanyalah satu simpul dari cetak biru keberlanjutan (sustainability blueprint) Phapros. Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo menyebutkan, perusahaannya sudah menyiapkan eskalasi program yang berbasis ekonomi sirkular.

"Sebelumnya kami rutin menanam mangrove di sepanjang pantai Semarang serta mendampingi sektor UMKM. Setelah kegiatan eco enzyme ini, kami akan melakukan penanaman pohon di halaman pabrik Phapros, lalu menyebarkannya ke berbagai tempat lain di Indonesia melalui perwakilan cabang kami, tentunya dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah," papar Intan.

Peta jalan terukur itu secara tidak langsung meletakkan Phapros pada garis depan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Lebih jauh, manuver tersebut memperkokoh trajektori perusahaan untuk mempertahankan predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup--sebuah pengakuan ketaatan lingkungan yang tidak lagi diukur dari seberapa bersih cerobong asap pabrik, melainkan seberapa besar entitas tersebut "menyembuhkan" lingkungan di luar pagarnya.

Maka, tujuh puluh dua tahun lalu, Phapros berdiri di Simongan sebagai sebuah entitas bisnis. Hari ini, di tanah yang sama, mereka membuktikan diri telah berevolusi menjadi "tetangga yang baik"—yang tidak sekadar mengambil penghidupan dari tanah kelahirannya, tetapi ikut merawat denyut nadinya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More