Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Sedih Tragedi Sungai Pelus, Korban Kedua Ditemukan Tak Bernyawa

Kisah Sedih Tragedi Sungai Pelus, Korban Kedua Ditemukan Tak Bernyawa
Evakuasi korban kecelakaan Sungai Pelus oleh tim SAR gabungan di Banyumas, Minggu (12/4/2026) malam. Korban kedua berhasil ditemukan sejauh 6,2 kilometer dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke RSUD Margono Soekarjo., Minggu (12/4/2026).(IDN Times/Foto : Miko SAR Cilacap)
Intinya Sih
  • Dua remaja perempuan terjatuh ke Sungai Pelus setelah motor mereka oleng di jembatan Desa Dukuhwaluh, satu korban selamat dan satu lainnya hilang terbawa arus deras.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif semalaman hingga akhirnya menemukan Aurel sejauh 6,2 kilometer dari lokasi jatuh dalam kondisi meninggal dunia.
  • Sungai Pelus dikenal memiliki arus kuat dan berbahaya, sementara minimnya penerangan serta pembatas jembatan rendah diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan tragis tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyumas, IDN Times - Malam itu, Sabtu (11/4/2026), suasana di jembatan Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, tampak seperti biasa. Lalu lintas masih ramai, namun penerangan jalan yang minim membuat area tersebut terlihat gelap. Tak ada yang menyangka, beberapa detik kemudian, sebuah kecelakaan akan berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.

Dua remaja perempuan, Rini (18) dan Aurel Jeni Prabela (18), melaju dengan sepeda motor. Dalam kondisi gelap, kendaraan yang mereka tumpangi mendadak oleng, menghantam pembatas jembatan, lalu terlempar ke Sungai Pelus yang mengalir deras di bawahnya.

Benturan keras dan suara jatuh ke air sontak memecah keheningan malam, warga sekitar yang mendengar kejadian itu langsung berhamburan ke lokasi. Dalam kondisi panik dan gelap, upaya penyelamatan dilakukan seadanya. Salah satu korban, Rini, berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat meski mengalami luka dan syok berat, Namun Aurel tidak terlihat.

1. Kerja keras tim SAR dan warga temukan korban

idntimes.com
Kerja keras tim SAR bersama warga melakukan pencarian Aurel nerhasil hingga ditemukan sejauh 6 kilometer dari tempat kejadian, tepatnya di pingir Sungai tak jauh dari Masjid desa Kedondong, Minggu (12/4/2026).(IDN Times/Foto : MIko SAR Cilacap)

Laporan segera diteruskan ke petugas pemadam kebakaran Banyumas dan kemudian ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap. Tim SAR gabungan langsung bergerak.

Koordinator SAR, Amin Riyanto, mengungkapkan bahwa pencarian malam itu tidak mudah. Kondisi gelap, arus sungai yang deras, serta visibilitas rendah menjadi tantangan utama.

"Penyisiran awal dilakukan di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum ditemukan, kami lanjutkan pencarian hingga pagi dengan memperluas area,"jelasnya.

Sepanjang malam hingga Minggu pagi, tim menyusuri aliran Sungai Pelus. Metode yang digunakan beragam mulai dari penyisiran darat di tepian sungai, penggunaan perahu karet, hingga pemantauan titik titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.

2. Ditemukan sejauh 6 kilometer dari lokasi jatuh

idntimes.com
Korban jatuh ke Sungai Pelus, Aurel (diblur) kali pertama berhasil ditemukan oleh warga masih mengenakan helm dan jaket ketika mengendarai motor, Minggu (12/4/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Sekitar pukul 17.26 WIB, seorang warga Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, bernama Suprianto, melaporkan adanya tubuh mengapung di sungai. Lokasi ini berjarak sekitar 6,2 kilometer dari titik awal korban terjatuh. Jarak tersebut menunjukkan betapa kuatnya arus Sungai Pelus saat itu.

Tim SAR yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi. Tak butuh waktu lama, korban berhasil diidentifikasi sebagai Aurel. Namun harapan berubah menjadi duka, pada pukul 18.10 WIB, Aurel dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

Dengan ditemukannya Aurel, operasi SAR resmi ditutup. Namun bagi keluarga, ini adalah awal dari duka yang panjang, dua sahabat yang berangkat bersama harus berakhir dengan nasib berbeda. Sungai Pelus malam itu, arus tak hanya membawa tubuh korban sejauh 6 kilometer tetapi juga membawa duka yang akan dikenang seumur hidup.

3. Kondisi jembatan dan Sungai Pelus

idntimes.com
Inilah kondisi Sungai Pelus tepat dibawah jembatan yang menjadi jalan tempat jatuh Rini dan Aurel terlihat dari kamera drone, Minggu (12/4/2026).(IDN Times/Tangkapan layar)

Sungai Pelus selama ini dikenal sebagai salah satu aliran sungai utama di Banyumas. Namun di balik itu, sungai ini juga memiliki karakter arus yang tidak bisa dianggap remeh. . Menurut data dari BPBD Banyumas dan relawan setempat, Sungai Pelus memiliki beberapa titik dengan arus bawah yang kuat, pusaran air, serta kedalaman yang tidak merata. Saat malam hari, risiko semakin tinggi karena minimnya visibilitas.

"Kalau orang jatuh malam hari, apalagi arus lagi deras, peluang selamat sangat kecil jika tidak langsung tertolong,"ujar salah satu relawan SAR Banyumas yang terlibat dalam pencarian.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun sejumlah faktor diduga menjadi pemicu, di antaranya minimnya penerangan di jembatan, kondisi pembatas jalan yang tidak cukup tinggi, kecepatan kendaraan yang tidak terkendali, kurangnya rambu peringatan di titik rawan

Beberapa warga setempat mengaku, lokasi tersebut memang kerap terjadi kecelakaan, terutama pada malam hari. "Sering banget hampir kejadian, apalagi kalau malam gelap, ampu kurang, terus orang kadang ngebut,"kata Sariman, salah satu warga yang biasa melintas di jembatan SUngai Pelus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More