Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Barantin Awasi Ketat Ekspor Bawang Merah Brebes: Biar Aman Dikonsumsi
Direktur Standar Karantina Tumbuhan, Barantin, Muhammad Adnan dan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jateng), Hari Yuwono Ady bersama Deputy Barantin mendampingi kunker DPR RI di Brebes. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Barantin memperketat pengawasan distribusi bawang merah Brebes agar produk lokal aman dikonsumsi dan ekspor memenuhi standar kesehatan negara tujuan.
  • Deputi Barantin menekankan pentingnya hilirisasi dan perluasan pasar global untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing bawang merah Brebes.
  • Titiek Soeharto menilai peran Barantin strategis dalam mencegah hama serta mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Badan Karantina Indonesia (Barantin) sedang berusaha menjaga kualitas bawang merah asal Brebes yang rutin diekspor ke luar negeri.

Para petugas Barantin bahkan mempertebal pengawasan terhadap lalu lintas distribusi bawang merah yang masuk maupun keluar dari Jawa Tengah.

1. Barantin perketat pengawasan bawang merah

Direktur Standar Karantina Tumbuhan, Barantin, Muhammad Adnan dan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jateng), Hari Yuwono Ady bersama pimpinan Barantin pusat. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Direktur Standar Karantina Tumbuhan, Barantin, Muhammad Adnan dan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jateng), Hari Yuwono Ady mengatakan, Kabupaten Brebes merupakan sentra produksi bawang merah di Jateng. 

Pihaknya terus memperketat pengawasan lalu lintas komoditas pertanian khususnya bawang merah sehingga produk yang didistribusikan secara lokal dapat aman dikonsumsi. 

"Sedangkan bawang merah yang dieskpor terjamin kesehatan untuk kemudian saat diterima buyer memenuhi persyaratan negara tujuan," ujar Hari, Selasa (24/2/2026).

2. Perluasan pasar harus merambah ke tingkat global

ilustrasi bawang merah (pixabay.com/Hans)

Sementara itu, Deputi Bidang Karantina Ikan, Badan Karantina Indonesia (Barantin), Drama Panca Putra juga menyampaikan hilirisasi bawang merah jadi hal yang penting sebagai upaya meningkatkan potensi komoditas unggulan bawang merah asal Brebes. 

"Perluasan pasar tidak hanya domestik tapi sudah merambah ke pasar internasional, hal ini menunjukkan bahwa kualitas bawang merah bagus dan prospek ekspor yang menggiurkan," ujar Drama.

3. Titiek Soeharto: Barantin punya peran cegah hama ikan tanaman dan tumbuhan

Titiek Soeharto dan rombongan Komisi IV DPR RI kunjungi pabrik pengolahan bawang merah di Brebes. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Terpisah, ketika meninjau pengolahan bawang merah di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto menyebutkan bahwa Barantin dan lintas sektor Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mencegah masuk tersebarnya hama penyakit hewan, ikan dan tumbuhan yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional. 

Maka guna mewujudkan pertanian maju secara berkelanjutan perlu terus meningkatkan hilirisasi bawang merah.

"Kegiatan pengolahan bawang merah di Kelompok Tani Sidomakmur bersama PT Sinergi Brebes Inovatif menjadi wujud produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani di daerah sentra produksi," jelasnya.

Ia pun mengatakan kini perlu dikembangkan produk pertanian lain sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan berdaya saing di pasar global.

Pihaknya berharap kolaborasi antara instansi, lembaga dan pemerintahan daerah dapat dapat memberi manfaat pada masyarakat, menambah daya ekonomi daerah dan menjaga ketahanan pangan nasional. 

Selain itu dukungan pemerintah harus tepat sasaran sehingga rantai produksi dan ekspor bawang merah semakin mendunia.

Editorial Team