Semarang, IDN Times - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menyebutkan acara perayaan HUT PSI Ke-9 berpotensi melanggar peraturan kampanye Pemilu 2024. Pasalnya massa dan simpatisan PSI yang hadir di GOR Jatidiri lebih dari 1.000 orang.
"Potensinya bisa mengarah ke sana (kampanye), makanya kami upayakan pencegahan. Upaya pencegahan lisan susah dilakukan Bawaslu Provinsi kami diminta mengerahkan jajaran mengawasi di lokasi acara," tegas Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, Sabtu (9/12/2023).
Menurutnya bila ditemukan potensi pelanggaran kampanye, maka pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti untuk dilakukan kajian dan dibahas bersama tim penindakan.
"Kalau ada potensi mengarah ke sana kita kumpulkan bukti kajian lalu pihak terkait membahas hal tersebut," urainya.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan ada sebanyak 60 pengawas Pemilu yang diterjunkan di lokasi HUT PSI. Pengawas tersebut gabungan dari Kota Semarang dan Jawa Tengah.
"Kalau dihitung kurang lebih ada 60 beserta tim Bawaslu Kota Semarang dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah," sambungnya.
Tak cuma itu saja, pihaknya juga fokus pada upaya preventif atau pencegahan. Adapun potensi pelanggaran yang ingin dicegah yaitu penyalahgunaan mobil dinas oleh peserta acara. Selain itu potensi adanya ASN yang melanggar netralitas dengan ikut kegiatan politik praktis.
"Artinya kita akan fokus di pusat kegiatan di Stadion Jatidiri dengan personel yang sudah tersedia. Kami preventif, pihak-pihak yang dilarang untuk kegiatan tersebut kemudian fasilitas negara atau semisal penggunaan mobil plat merah, itu fokus yang kemudian kami lakukan pengawasan di lokasi acara," terangnya.
Ia pun menegaskan, perayaan HUT partai dengan jumlah massa yang mencapai ribuan orang tidak boleh disertai kegiatan kampanye. Karena tahap kampanye rapat umum hanya boleh dilakukan sesuai jadwal 21 Januari 2023.
"Karena kami melihat ini kegiatan cukup besar ya berdasarkan informasi yang kami dapat akan hadir 40.000 orang di Jatidiri. Kami harap kegiatan yang diperuntukkan HUT PSI tidak digunakan sebagai kegiatan kampanye," kata Arif.