Berhari-hari Kuat Melaut, Para Nelayan Jateng Dianggap Kebal COVID-19

Semarang, IDN Times - Sejumlah nelayan yang beraktivitas di sepanjang pantai Utara dan pantai Selatan Jawa Tengah diklaim tidak ada yang terpapar virus corona meski sejak tiga tahun terakhir bermunculan penularan varian baru seperti Delta dan Omicron.
Klaim tersebut diperkuat dari hasil skrining kesehatan serta pemantauan yang dilakukan secara berkala oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah dan Satgas COVID-19 setempat.
1. Diklaim tidak ada nelayan yang sakit karena COVID-19

Menurut Kepala DKP Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro, sampai menginjak tahun ketiga pandemik COVID-19, dirinya mengklaim tidak pernah mendapat laporan adanya penularan COVID-19 yang dialami oleh para nelayan.
"Yang kita tahu, tidak ada satupun nelayan yang sakit karena COVID-19. Sebab, dari pengawasan kesehatan yang dilakukan di sejumlah pelelangan ikan maupun pelabuhan, tidak ada keluhan yang muncul terkait penularan varian-varian COVID-19," ujar Fendi kepada IDN Times, Rabu (2/3/2022).
2. Nelayan dianggap terbebas dari penularan virus corona

Fendi berseloroh bahwa para nelayan termasuk anak buah kapal (ABK) sudah kebal COVID-19 lantaran fisiknya yang amat kuat.
Ia juga bilang, nelayan yang kuat mengarungi lautan selama berhari-hari menjadi terhindar dari ganasnya penularan COVID-19 yang ada di daratan. Fisik kuat dari nelayan itulah yang menjadi anugerah sekaligus kelebihan tersendiri selama masa pandemik virus corona.
"Jadi mungkin karena mereka kuat-kuat ya, juga dalam berhari-hari mampu melaut dan jarang di daratan, sehingga dia aman dari penularan COVID-19," jelasnya.
3. Para nelayan Jateng tetap ikuti aturan protokol kesehatan

Meski begitu, Fendi menyebut, pihaknya tidak serta-merta abai terhadap keselamatan dari para nelayan. Ia memastikan telah memerintahkan petugas di lapangan untuk terus-menerus mengingatkan kepada para nelayan supaya tetap menjaga aturan protokol kesehatannya.
Para nelayan, katanya, dibekali pemahaman akan pentingnya memakai masker saat di darat serta rutin membersihkan tubuhnya setiba di rumah.
"Tentunya standar protokol kesehatan tetap menjadi prioritas bagi nelayan-nelayan yang ada di Jawa Tengah. Kita minta mereka jangan pernah sepelekan virus Corona. Tetap waspada sambil menjaga kesehatan tubuhnya baik pas melaut maupun pas membawa ikan ke daratan. Karena jangan sampai ikan segar yang mereka bawa terkontaminasi virus corona," papar Fendi.
4. Para juragan diimbau ronda malam untuk jaga keamanan kapal

Disinggung mengenai keamanan kapal nelayan yang bersandar di pelabuhan ikan, Fendi mengimbau supaya para juragan kapal sebaiknya rutin patroli saban hari.
Ia berkata kejadian kebakaran kapal nelayan di Pelabuhan Tegalsari mestinya jadi pengalaman agar jangan sampai terulang lagi. Apalagi deretan kapal ikan di Pelabuhan Tegalsari kerap terbakar akibat korsleting listrik.
Fendi menyarankan lebih baik para juragan kapal patungan untuk membeli satu perahu yang berfungsi sebagai armada pemadam kebakaran di sekitar dermaga. Selain itu, setiap kapal nelayan ada baiknya dipasangi apar untuk menyemprot percikan api yang muncul sewaktu-waktu.
"Saya sarankan kepada pemilik kapal mendingan mengoperasikan satu perahu gitu yang fungsinya sebagai damkar, jadi pas ada percikan api di kapal, penanganannya bisa dilakukan dengan cepat. Terus pasang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga di tiap kapal biar aman. Dan satu lagi, juragan-juragan ini juga harus ronda malam untuk menjaga keamanan kapal-kapalnya," ujar Fendi.


















