Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Berkah Lebaran dan MBG, Ekonomi Jateng Kuartal I Tembus 5,89 Persen

Berkah Lebaran dan MBG, Ekonomi Jateng Kuartal I Tembus 5,89 Persen
Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Intinya Sih
  • Ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen pada triwulan I 2026, melampaui rata-rata Pulau Jawa dan nasional berkat peningkatan konsumsi rumah tangga serta investasi yang solid.
  • Konsumsi masyarakat meningkat dipicu mobilitas tinggi saat mudik Lebaran dan naiknya Indeks Keyakinan Konsumen, sementara investasi tumbuh 9,61 persen karena proyek strategis dan pembangunan pabrik.
  • Sektor konstruksi melonjak 11,91 persen didorong perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik, sedangkan sektor akomodasi serta makan-minum tumbuh 14,14 persen berkat Program Makan Bergizi Gratis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Perekonomian Jawa Tengah mencatatkan kinerja positif di tengah tingginya ketidakpastian kondisi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Mei 2026, pertumbuhan ekonomi provinsi itu mencapai 5,89 persen secara tahunan (year-on-year/y-o-y) pada triwulan pertama.

Pencapaian tersebut tidak hanya lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang berada di angka 5,84 persen, tetapi juga berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan Pulau Jawa (5,79 persen) maupun tingkat nasional (5,61 persen).

1. Konsumsi masyarakat jadi motor utama

Aktivitas di Pasar Baru (Wergu Wetan), Kabupaten Kudus. (IDN Times/Dhana Kencana)
Aktivitas di Pasar Baru (Wergu Wetan), Kabupaten Kudus. (IDN Times/Dhana Kencana)

Menanggapi capaian positif itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, belanja masyarakat memegang peran vital menopang perekonomian daerah.

"Sumber pertumbuhan dari sisi pengeluaran terutama berasal dari Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto atau Investasi. Konsumsi Rumah Tangga dengan pangsa terbesar terhadap PDRB tumbuh meningkat sebesar 5,08 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya," kata Noor Nugroho dilansir keterangan resminya, Minggu (10/5/2026).

Tingginya konsumsi itu, imbuhnya, didorong oleh mobilitas warga saat momentum mudik Lebaran 2026. Hal tersebut sejalan dengan naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah dari angka 117,56 pada akhir 2025 menjadi 123,82 pada triwulan pertama 2026.

2. Laju investasi dan perbaikan infrastruktur

Ilustrasi seorang pekerja menyelesaikan perataan material aspal. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Ilustrasi seorang pekerja menyelesaikan perataan material aspal. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)

Selain belanja rumah tangga, sektor investasi dan konsumsi pemerintah turut mendongkrak perekonomian secara signifikan. Investasi tumbuh 9,61 persen berkat berlanjutnya proyek strategis dan pembangunan pabrik di berbagai kawasan industri.

Sementara itu, konsumsi pemerintah melesat tajam hingga 19,36 persen. Peningkatan drastis tersebut dipengaruhi oleh percepatan perbaikan jalan raya lintas kabupaten/kota serta infrastruktur pariwisata untuk menyambut musim mudik.

3. Kinerja sektor manufaktur dan konstruksi

Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Bergeser ke sisi lapangan usaha, industri pengolahan (manufaktur) masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah dengan pangsa 32,69 persen. Sektor tersebut tetap tumbuh positif di angka 4,04 persen. Meskipun demikian, lajunya sedikit melambat akibat bencana banjir di beberapa wilayah utara Jawa.

Bencana tersebut sempat mengganggu jalur logistik dan perjalanan kereta api, yang efeknya tercermin pada penurunan indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) survei Bank Indonesia.

Kinerja yang gemilang justru terlihat pada sektor konstruksi yang melesat tumbuh hingga 11,91 persen. Pertumbuhannya ditopang oleh perbaikan jalan raya serta pembangunan fasilitas baru, seperti gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan proyek Sekolah Rakyat.

Di sektor jasa, bidang penyediaan akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 14,14 persen. Kenaikan okupansi kamar hotel selama Ramadhan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor utama melesatnya sektor itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More