Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BI Jateng Perkuat Ekonomi Digital, Transaksi QRIS Tembus Rp73 Triliun
Ilustrasi konsumen memindai QRIS untuk membayar makanan di salah satu lapak pedagang kaki lima. (ANTARAFOTO/Akramul Muslim)
  • Hingga Juli 2026, transaksi QRIS di Jawa Tengah mencapai 87,01 juta kali senilai Rp73,45 triliun; transaksi QRIS antarnegara inbound tercatat 495,89 ribu senilai Rp136,37 miliar.

  • Digitalisasi pemerintah daerah menghasilkan penghargaan bagi Jawa Tengah, Semarang, Demak, Kudus, dan Kebumen; TPID Jawa Tengah juga mempertahankan peringkat pertama Jawa-Bali selama dua tahun.

  • BI Jateng menggelar Rupiah Tresno Budoyo 2026 di Sam Poo Kong untuk mengedukasi pembayaran QRIS dan ketahanan pangan melalui penebusan bahan pangan murah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah, banyak orang sekarang bayar pakai QRIS. Sampai Juli 2026, uang yang dibayar dengan QRIS mencapai Rp73,45 triliun. BI Jateng bekerja bersama pemerintah, bank, dan usaha kecil. Jawa Tengah dan Semarang juga dapat penghargaan. Sekarang BI Jateng terus mengajari orang memakai bayar digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan signifikan. Semangat itu sejalan dengan agenda nasional yang digaungkan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah secara aktif memperluas digitalisasi lewat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan industri sistem pembayaran tersebut difokuskan pada perluasan instrumen non-tunai, pembinaan UMKM, pariwisata, hingga elektronifikasi layanan pemerintah.

1. Lonjakan Penggunaan QRIS dan Konektivitas Antarnegara

Ilustrasi konsumen memindai QRIS untuk melakukan pembayaran melalui aplikasi pembayaran digital di salah satu toko perhiasan. (ANTARAFOTO/Akramul Muslim)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho mengatakan, tingkat adopsi pembayaran digital oleh masyarakat Jawa Tengah terus meningkat. Hingga Juli 2026, volume transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah itu menyentuh 87,01 juta kali dengan total nilai mencapai Rp73,45 triliun.

Tidak hanya transaksi domestik, konektivitas ekonomi lintas negara juga diperkuat melalui layanan QRIS antarnegara. Sepanjang tahun 2026, tercatat ada 495,89 ribu transaksi inbound (dari wisatawan atau warga asing) dengan nilai Rp136,37 miliar.

"Pemanfaatan teknologi ini membuka akses ekonomi yang luas bagi pelaku usaha lokal di sektor pariwisata, kuliner, dan industri kreatif," ujarnya dilansir keterangan resmi, Jumat (2/10/2026).

2. Prestasi Digitalisasi Pemerintah Daerah dan Inflasi

Penumpang memindai kode QR untuk membayar tiket bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pemerintah daerah juga tidak ketinggalan dalam berinovasi melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Bukti nyatanya, Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih Peringkat II Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Jawa-Bali. Kota Semarang ikut menorehkan prestasi dengan meraih Peringkat III untuk Tingkat Kota di wilayah yang sama.

Sebagai wujud apresiasi atas pengelolaan pendapatan dan retribusi nontunai, BI Jateng bersama pemerintah provinsi menyelenggarakan Transaksi Non Tunai (TNT) Awards 2026. Penghargaan Peringkat I hingga III disabet secara berurutan oleh Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Kebumen.

Di sektor pengendalian inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah berhasil mempertahankan Peringkat I sebagai TPID Berkinerja Terbaik Wilayah Jawa-Bali selama dua tahun berturut-turut. Kabupaten Kebumen juga menerima penghargaan sebagai Peringkat II TPID Kabupaten/Kota Berprestasi.

3. Edukasi Pembayaran Digital Lewat Rupiah Tresno Budoyo

Pengunjung mempraktikkan cara membuat kerajinan tas saat gelaran Rupiah Tresno Budoyo di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Untuk mengintegrasikan pemahaman pembayaran digital dengan budaya lokal, BI Jateng menggelar kegiatan Rupiah Tresno Budoyo (RTB) 2026 di kawasan Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang. Acara tersebut menggabungkan nilai sejarah, budaya, dan teknologi.

Pada gelaran RTB itu, masyarakat juga diajak mengikuti program edukasi ketahanan pangan lewat aktivitas tebus murah bahan pangan menggunakan QRIS. Program itu terbukti efektif dalam memasyarakatkan sistem pembayaran digital sekaligus mensosialisasikan pentingnya ketahanan pangan.

BI Jateng, lanjut Nanung--sapaan Mohamad Noor Nugroho--menargetkan ekosistem pembayaran digital terus terintegrasi dengan beragam sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Fasilitas kemudahan transaksi lintas negara membuka pintu bagi pelaku usaha Jawa Tengah untuk terhubung lebih luas dengan aktivitas ekonomi global.

Curated For You

Editorial Team

Related Article