Semarang, IDN Times - Tahapan standar operasional prosedur (SOP) untuk pelaksanaan MBG di Kabupaten Rembang diketahui tidak sepenuhnya diterapkan.
Berdasarkan hasil investigasi awal yang dilakukan tim Loka POM Grobogan, kasus keracunan MBG yang sering terjadi di sekolah-sekolah Rembang selalu disebabkan inkonsistensi saat memberlakukan SOP.
"Yang selalu jadi catatan di Rembang termasuk SPPG Soditan ini, pasti ada inkonsistensi dalam menegakan SOP. Jadi memang ada effort yang besar karena tiap hari produksi makanan jumlahnya ribuan. Personelnya juga (dituntut) harus tangguh, harus disiplin," ujarnya kepada IDN Times, Jumat (4/9/2026).
Seperti di SMAN 1 Lasem petugas Loka POM Grobogan menemukan 777 siswa dan guru. Rinciannya 25 guru dan 752 siswa.
Oleh sebab itulah, untuk mengatasi keracunan MBG yang sering muncul, pihaknya menekankan bahwa ke depan harus ada tindakan pengecekan bahan baku, pengawasan sanitasi dapur SPPG, pengecekan kebersihan kendaraan.
"Saya yakin kalau setiap SOP ditegakan dengan ketat pasti itu bisa kurangi KLB," terangnya.
Lebih lanjut lagi, pihaknya mengusulkan kepada BPOM Pusat menyusun aturan hukum untuk menindak SPPG yang melanggar.
"Kami akan bertemu komisi DPRD Rembang untuk pendampingan SPPG. Kalau sudah masuk komitmen DPRD Rembang, Dinkes Rembang dan Bupati Rembang, kita harapkan ada penguatan komitmen dari sana. Soalnya keracunan ini gak bisa kita berdiam diri atau tidak ada progres. Harus dievaluasi," ujarnya.
