Petugas BPOM Ambil Sampel Nasi, Lauk dan Semangka MBG SMAN 1 Lasem Rembang

- Loka POM Grobogan mengambil sampel nasi, lauk, dan semangka MBG di SMAN 1 Lasem untuk diuji di laboratorium Balai Besar POM Semarang.
- Sebanyak 777 orang dilaporkan mengalami keracunan, terdiri dari 752 siswa dan 25 guru; 23 orang sempat ditangani puskesmas, termasuk enam rawat inap.
- Penelusuran mengarah ke SPPG Soditan, distributor MBG dari Yayasan Semende; korban mengalami mual dan diare, sementara dapur sudah dibersihkan saat inspeksi.
Grobogan, IDN Times - Sejumlah petugas Loka POM Kabupaten Grobogan hari ini, Jumat (4/9/2026) bergerak ke SMAN 1 Lasem Rembang untuk mengambil berbagai sampel makanan dari MBG yang terindikasi menimbulkan keracunan pada ratusan siswa di sekolahan tersebut.
Kepala Loka POM Grobogan, Ronald Hotaguan Manik mengatakan sampel makanan yang diambil sesuai dengan informasi dari Dinkes Rembang serta laporan yang disampaikan netizen di medsos mengenai kasus keracunan massal di SMAN 1 Lasem.
"Siang ini teman-teman petugas Loka POM Grobogan sudah ada di lokasi sekolah. Kalau kami dapatkan sampel semangka juga tentu kami uji. Termasuk nasi dan lauknya. Kalau kondisinya memungkinkan. Proses pengujian dilakukan di laboratorium Balai Besar POM Semarang," kata Ronald kepada IDN Times, Jumat (4/9/2026).
Ia menuturkan berdasarkan assesment secara keseluruhan terdapat 777 orang yang mengalami keracunan makanan MBG di SMAN 1 Lasem Rembang. Dari jumlah tersebut, 752 orang merupakan siswa dan 25 lainnya adalah guru.
"Informasi dari Dinkes, awalnya ada sekitar 1.244 orang (yang mengonsumsi MBG) di SMAN 1 Lasem. Dari jumlah itu, ada 18 orang masuk IGD, UGD di Puskesmas Lasem. Guru 5 dan 13 siswa. Tapi tadi malam jam 12 malam yang melapor jadi 23 orang rinciannya enam rawat inap, 17 rawat jalan yang ditangani di puskesmas. Keseluruhan jumlah murid guru yang keracunan ada 777 orang," ujarnya.
Ia menjelaskan penelusuran yang dilakukan Dinkes dan Loka POM Grobogan diketahui bahwa SPPG Soditan yang mendistribusikan makanan MBG ke SMAN 1 Lasem Rembang. Sedangkan nama yayasan ialah Yayasan Semende.
Ketika kejadian keracunan muncul dan merebak, banyak siswa SMAN 1 Lasem yang mengalami mual-mual dan diare.
"Gejala semuanya diare. Kami semalam lihat sendiri para korbannya gejala umum diare. Lalu kita lakukan kitchen inspection dan mewawancara Kepala SPPG Soditan. Nah pas di tempat SPPG Soditan, ndelalah kondisi dapur sudah dibersihkan semua," tuturnya.
Dengan kasus keracunan MBG yang merebak di SMAN 1 Lasem, pihaknya sedang melakukan pengumpulan data terlebih dahulu untuk mengambil sampel-sampel makanan MBG.
"Sekiranya sudah tertangani datanya, kami akan sampaikan evaluasi ini di SPPG-nya. Mungkin juga kami membuat dan menaikan laporannya ke pimpinan BPOM Pusat. Agar ada kebijakan di pusat untuk menyusun dokumen perencanaan dan catatan khusus buat semua SPPG Rembang," tegasnya.
















