Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Brebes Bakal Punya Mega Farm Terbesar di Indonesia, Pasok 18 Persen Susu Nasional

Brebes Bakal Punya Mega Farm Terbesar di Indonesia, Pasok 18 Persen Susu Nasional
Ilustrasi peternakan sapi (pexels.com/Mark Stebnicki)
Intinya Sih
  • Brebes akan membangun mega farm sapi perah berkapasitas 30 ribu ekor oleh PT Global Dairy Bersama, menjadikannya peternakan terbesar di Indonesia.
  • Proyek senilai nasional ini ditargetkan menyumbang 18 persen produksi susu Indonesia dengan sistem close loop berkelanjutan dan fasilitas pengolahan terintegrasi.
  • Mega farm melibatkan 5.000 petani dan 8.000 peternak lokal, menciptakan lapangan kerja baru dengan target pemerahan perdana pada Desember 2027.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times – Kabupaten Brebes bersiap mengukir sejarah baru di sektor peternakan nasional. Sebuah peternakan sapi perah terpadu (mega farm) berskala raksasa dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor siap dibangun, menjadikannya peternakan terbesar di Indonesia.

Proyek ambisius yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini diproyeksikan menjadi pendongkrak utama produksi susu nasional sekaligus motor penggerak ekonomi di Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa mega farm ini adalah solusi strategis bagi ketahanan pangan. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional.

"Kalau ini terbangun, Brebes akan menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. Ini sangat signifikan untuk menekan ketergantungan kita pada impor," ujar Agung saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Kamis (16/4/2026).

Langkah ini juga diprediksi akan mengubah peta produsen susu tanah air. Jawa Tengah yang saat ini berada di peringkat ketiga, berpotensi besar menyalip Jawa Barat dan bersaing ketat dengan Jawa Timur di posisi puncak.

Diatas lahan seluas 710 hektare, PT GDB tidak hanya membangun kandang biasa. Proyek ini mengusung konsep close loop system yang modern dan berkelanjutan.

"Limbah ternak akan diolah menjadi biogas untuk energi, residunya jadi pupuk organik, dan air dikelola dengan sistem daur ulang," jelas perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri. Dengan target produksi 180 ribu ton susu per tahun, kawasan ini juga akan dilengkapi pabrik pakan hingga fasilitas pengolahan susu terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sisi menarik dari proyek ini adalah dampaknya bagi "wong cilik". Mega farm ini bukan sekadar industri tertutup; PT GDB berencana melibatkan sekitar 5.000 petani lokal untuk penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare. Selain itu, sekitar 8.000 peternak akan dirangkul dalam program pengembangan sapi.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyebut investasi ini sebagai peluang emas. "Ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional. Ini solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes melalui lapangan kerja baru," tuturnya optimis.

Proses cut and fill atau persiapan lahan dijadwalkan mulai pada Juni 2026. PT GDB menargetkan seluruh pembangunan rampung pada akhir 2027, dengan agenda first milking atau pemerahan susu perdana pada Desember 2027.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan dukungan penuhnya. Ia menyebut proyek ini sejalan dengan RPJMD Jateng 2026 yang fokus pada swasembada pangan. "Investasi ini strategis. Kami pastikan kemudahan perizinan dan kepastian hukum agar proyek ini berjalan lancar," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More