Semarang, IDN Times — Gelak tawa, sorak-sorai penonton, dan kebersamaan warga selalu menghiasi pesta rakyat setiap menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari sekian banyak perlombaan 17-an, lomba makan kerupuk dan balap karung hampir tidak pernah absen digelar di setiap sudut RT dan RW.
Aksi peserta yang melompat-lompat dengan karung goni atau berusaha mengunyah kerupuk yang tergantung tali kerap menjadi hiburan yang sangat menggelitik. Namun, di balik keceriaan dan tawa yang membahana tersebut, tahukah kamu bahwa dua lomba ikonik ini sebenarnya menyimpan rekam jejak sejarah yang amat kelam?
Bukan sekadar permainan hiburan biasa, berikut sejarah kelam di balik lomba makan kerupuk dan balap karung di masa penjajahan ala IDN Times. Simak kisahnya agar makin menghayati arti kemerdekaan, Lur!
