Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bye-Bye Gadget! 5 Permainan Tradisional Jawa Ini Bikin Anak Makin Cerdas dan Tangkas
ilustrasi bermain engklek (pexels.com/barbara)
  • Kecanduan gawai (gadget) pada anak bisa menghambat perkembangan motorik, sensorik, dan kemampuan bersosialisasi mereka.

  • Kebudayaan Jawa memiliki warisan permainan tradisional yang tidak hanya seru, tetapi juga teruji secara ilmiah mampu merangsang kecerdasan kognitif (IQ), kestabilan emosi (EQ), hingga ketangkasan fisik.

  • Alternatif terbaik pengganti layar gawai melibatkan interaksi nyata, seperti Dakon, Cublak-Cublak Suweng, Engklek, Jamuran, dan Bekalan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat anak zaman sekarang yang lebih mahir menggeser layar smartphone daripada mengikat tali sepatu sendiri pasti sering kali bikin para orang tua cemas. Mau dilarang keras, takut anak mengamuk (tantrum). Tapi kalau dibiarkan, dampaknya bisa buruk bagi perkembangan mental dan fisiknya.

Nah, sebelum layar gawai telanjur "menyandera" kreativitas si kecil, yuk tengok kembali ke belakang. Kebudayaan Jawa sebenarnya punya gudang permainan interaktif yang super seru dan sarat akan stimulasi kecerdasan. Gak kalah keren dari game di gawai, permainan ini dijamin bikin anak bergerak aktif dan berpikir taktis.

Yuk, bongkar 5 permainan tradisional Jawa yang siap menyulap si kecil jadi lebih cerdas berikut ini!

1. Dakon / Congklak (Mengasah Matematika & Strategi)

Seorang anak SD saat main dakon di CFD Semarang. IDN Times/Instgram Hompimpa.smg

Permainan legendaris ini menggunakan papan kayu berlubang dengan amunisi biji-bijian, kerikil, atau kerang kecil yang dimainkan secara bergantian oleh dua orang.

  • Cara Bermain: Pemain mengambil biji dari satu lubang dan membagikannya satu per satu ke lubang lain searah jarum jam hingga biji di genggaman habis.

  • Stimulasi Kecerdasan: Ini adalah simulasi matematika dasar yang seru! Anak dilatih berhitung cepat, menganalisis taktis, serta merencanakan strategi agar biji miliknya tidak berhenti di lubang yang kosong (nembak).

  • Manfaat Motorik: Gerakan menjumput dan menjatuhkan biji kecil secara konisten sangat bagus untuk melatih motorik halus dan koordinasi jari anak.

2. Cublak-Cublak Suweng (Melatih Intuisi & Kontrol Emosi)

Ilustrasi permainan cublak-cublak suweng (commons.wikimedia.org/Ivuvisual)

Permainan kelompok yang sangat jenaka ini biasanya dimainkan minimal oleh 3 hingga 5 anak sambil menyanyikan lagu daerah ciptaan Wali Songo.

  • Cara Bermain: Satu anak bertindak sebagai "Pak Empong" dengan posisi telungkup, sementara anak-anak lain memutar kerikil di atas punggungnya. Saat lagu selesai, Pak Empong harus menebak di tangan siapa kerikil tersebut disembunyikan.

  • Stimulasi Kecerdasan: Sangat ampuh mengasah kecerdasan emosional (EQ). Anak yang menyembunyikan batu harus pintar menjaga ekspresi wajah (poker face) agar tidak ketahuan, sedangkan sang penebak harus jeli membaca bahasa tubuh temannya.

3. Engklek (Merangsang Kecerdasan Spasial & Keseimbangan)

ilustrasi bermain engklek (YouTube.com/Little Princess Shinta)

Permainan fisik luar ruangan ini memanfaatkan media gambar kotak-kotak di atas tanah atau lantai yang digambar menggunakan kapur tulis.

  • Cara Bermain: Pemain melempar pecahan genteng (gacuk) ke kotak sasaran, lalu melompat-lompat melewati kotak lainnya menggunakan satu kaki tanpa boleh menyentuh garis pembatas.

  • Stimulasi Kecerdasan: Mengembangkan kecerdasan spasial-visual anak dalam memperhitungkan jarak, ruang, dan akurasi lemparan objek.

  • Manfaat Motorik: Melatih kekuatan otot kaki, koordinasi saraf mata-kaki, serta mengasah sistem keseimbangan tubuh (vestibular system) anak secara masif.

4. Jamuran (Melatih Kerja Sama & Kreativitas Verbal)

Ilustrasi permainan jamuran/gamedoeloe-putria.blogspot.com

Jamuran adalah permainan luar ruangan berbentuk lingkaran besar yang melibatkan banyak anak dan sangat mengandalkan kerja sama serta keceriaan bersama.

  • Cara Bermain: Anak-anak bergandengan tangan membentuk lingkaran mengelilingi satu anak yang berjaga di tengah. Di akhir lagu, anak di tengah akan meneriakkan jenis jamur tertentu (misal: "jamur gagak!"), dan anak-anak lain harus refleks menirukan gerakan yang sesuai dengan nama jamur tersebut.

  • Stimulasi Kecerdasan: Memperkaya kosakata (verbal) dan melatih kreativitas berpikir spontan dalam menerjemahkan instruksi lisan menjadi gerakan motorik kasar yang kompak dengan teman-temannya.

5. Bekalan / Bola Bekel (Melatih Fokus Tinggi & Refleks)

ilustrasi bermain bola bekel (dok. commons.wikimedia)

Permainan indoor klasik yang menggunakan satu bola karet elastis dan beberapa biji kuningan atau kerang kecil berkaki empat (kuwuk).

  • Cara Bermain: Pemain melempar bola ke atas, lalu membolak-balikkan posisi biji bekel (posisi pit, ro, cin, atau peng) sesuai tingkatannya sebelum bola memantul untuk kedua kalinya.

  • Stimulasi Kecerdasan: Sangat efektif melatih konsentrasi dan fokus tingkat tinggi, serta melatih sinkronisasi antara koordinasi mata dengan kecepatan refleks tangan (hand-eye coordination).

Tips Mengajak Anak Beralih dari Gadget

ilustrasi permainan tradisional cublak-cublak suweng (Facebook.com/Kota Solo)

Menyuruh anak langsung melepaskan gawai begitu saja pasti akan sulit. Terapkan strategi pendekatan ini ya:

  • Jadilah Mentor Bermain

    • Anak-anak tidak akan tertarik jika hanya disuruh. Orang tua wajib ikut turun langsung ke lantai, mencontohkan cara bermain, dan ikut seru-seruan bersama di ruang tamu.

  • Undang Teman Sebaya

    • Sebagian besar permainan tradisional Jawa (seperti Jamuran atau Cublak-Cublak Suweng) membutuhkan interaksi kelompok. Sediakan waktu di akhir pekan untuk mengundang anak-anak tetangga bermain bersama di halaman rumah.

  • Gunakan Narasi Petualangan

    • Ceritakan filosofi atau cerita seru di balik permainan tersebut agar anak merasa sedang melakukan sebuah misi petualangan yang menantang, bukan sedang dihukum karena jauh dari gawai.

Mengenalkan kembali permainan tradisional ini bukan cuma soal melestarikan budaya, tapi juga tentang memberikan hak anak untuk tumbuh kembang secara sehat, aktif, dan bahagia di dunia nyata. Selamat mencoba bermain bersama si kecil di rumah, ya!

Nah, dari kelima permainan tradisional Jawa di atas, mana nih yang paling membuatmu bernostalgia dan ingin segera kamu ajarkan ke anak di akhir pekan ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article