ilustrasi jeruk nipis (pexels.com/Lisa Fotios)
1. Mencuci dan Mensterilkan Jeruk
Cuci bersih semua jeruk nipis di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa lilin dan pestisida. Keringkan jeruk nipis memakai handuk bersih hingga benar-benar kering. Sisa air dapat memicu pertumbuhan jamur dan membuat minyak cepat tengik.
2. Mengambil Kulit Jeruk Terluar (Zest)
Parut atau kupas bagian kulit jeruk yang berwarna hijau saja. Penting diperhatikan, jangan sampai bagian putih yang tebal (pith) ikut terparut. Bagian putih ini mengandung banyak air dan zat pahit yang bisa merusak kualitas aroma minyak.
3. Mengeringkan Kulit Jeruk Secara Singkat
Tebarkan parutan kulit jeruk di atas tisu dapur dan biarkan terkena angin selama 2–3 jam. Langkah opsional namun sangat direkomendasikan ini membantu mengurangi kadar air alami di dalam kulit jeruk agar minyak tahan lebih lama.
4. Melakukan Maserasi (Perendaman)
Masukkan parutan kulit jeruk ke dalam stoples kaca steril. Tuangkan minyak pelarut pilihan ke dalam stoples sampai seluruh kulit jeruk terendam sepenuhnya dengan rasio ideal sekitar satu bagian kulit jeruk berbanding dua bagian minyak. Tutup stoples dengan rapat.
5. Memilih Waktu Infusi (Pematangan Aroma)
Terdapat dua pilihan metode pematangan aroma yang bisa diterapkan:
Metode Dingin (Lambat): Simpan stoples di tempat gelap dan sejuk, seperti di dalam lemari, selama 2–3 minggu. Kocok stoples secara perlahan setiap hari untuk membantu pelepasan minyak esensial dari pori-pori kulit jeruk.
Metode Hangat (Cepat): Rendam stoples di dalam wadah berisi air hangat (double boiler) dengan api paling kecil selama 1–2 jam. Jangan biarkan minyak mendidih karena panas berlebih bisa merusak senyawa aromaterapi.
6. Menyaring dan Menyimpan Minyak
Setelah masa perendaman selesai, saring minyak memakai kain kasa atau saringan halus ke dalam botol kaca baru. Botol kaca berwarna gelap atau amber lebih disarankan. Peras kain kasa kuat-kuat agar sisa minyak yang mengendap di kulit jeruk keluar sepenuhnya. Simpan minyak aromaterapi di tempat sejuk dan terhindar dari cahaya matahari langsung. Minyak ini umumnya bertahan hingga 3–6 bulan.