Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Setting Privasi Telegram Agar Tidak Dimasukkan ke Grup Kripto Bodong

Kota Semarang
Cara Setting Privasi Telegram Agar Tidak Dimasukkan ke Grup Kripto Bodong
ilustrasi orang menggunakan aplikasi Telegram (pexels.com/Viralyft)
Intinya Sih
  • Mengubah setelan undang grup dari default "Semua Orang" (Everybody) menjadi "Kontak Saya" (My Contacts) adalah cara paling ampuh menghentikan bot penipu memasukkan Anda ke grup skema Ponzi atau investasi palsu.

  • Pengaturan ini bisa diakses dengan mudah lewat menu Privasi dan Keamanan, baik di HP (Android & iPhone) maupun Laptop (Telegram Desktop).

  • Jangan lupa sembunyikan nomor telepon Anda menjadi "Tidak Ada" (Nobody) dan aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA) agar akun tidak mudah diintai atau dibajak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sering kali kita mendapati akun Telegram tiba-tiba masuk ke dalam grup investasi kripto, arisan bodong, atau grup saham antah-berantah yang penuh dengan testimoni palsu. Hal ini terjadi karena secara setelan pabrik, Telegram mengizinkan siapa saja—termasuk akun robot (bot) milik penipu—untuk menambahkan nomor kamu ke grup mana pun tanpa izin.

Biar akun kamu aman dan terbebas dari spambot yang mengganggu, yuk ikuti panduan lengkap cara mengunci privasi Telegram berikut ini.

Cara Setting di HP (Android & iPhone)

tampilan Telegram. (unsplash.com/Christian Wiediger)
tampilan Telegram. (unsplash.com/Christian Wiediger)

Langkah-langkahnya sangat mudah dan hanya butuh waktu kurang dari satu menit:

  1. Buka Aplikasi Telegram di ponsel kamu.
  2. Masuk ke Menu Pengaturan (Settings):
    • Android: Ketuk ikon tiga garis horizontal (☰) di pojok kiri atas, lalu pilih Pengaturan (Settings).
    • iPhone: Ketuk langsung ikon Pengaturan (Settings) berupa roda gigi di pojok kanan bawah.
  3. Pilih menu "Privasi dan Keamanan" (Privacy and Security).
  4. Cari dan pilih opsi "Grup & Saluran" (Groups & Channels).
  5. Pada bagian "Siapa yang dapat menambahkan saya" (Who can add me), ubah pilihannya dari Semua Orang (Everybody) menjadi Kontak Saya (My Contacts).
  6. Simpan Perubahan:
    • Android: Ketuk tanda centang (✓) di pojok kanan atas untuk menyimpan.
    • iPhone: Setelan akan otomatis tersimpan begitu kamu memilihnya.

Cara Setting di Telegram Laptop / PC (Telegram Desktop)

ilustrasi Telegram (unsplash.com/Oberon Copeland @veryinformed.com)
ilustrasi Telegram (unsplash.com/Oberon Copeland @veryinformed.com)

Jika kamu lebih sering menggunakan laptop atau komputer untuk bekerja, ikuti langkah berikut:

  1. Buka Aplikasi Telegram di komputer kamu.
  2. Klik ikon tiga garis horizontal (☰) di pojok kiri atas.
  3. Klik Pengaturan (Settings).
  4. Masuk ke menu Privasi dan Keamanan (Privacy and Security).
  5. Cari dan klik bagian Grup & Saluran (Groups & Channels).
  6. Pada opsi "Who can add me to group chats", silakan pilih Kontak Saya (My Contacts).
  7. Klik Simpan (Save).

Tips Tambahan untuk Menghindari Penipu Kripto

Penyebaran informasi melalui aplikasi telegram, salah satu masyarakat Indonesia yang melakukan tindak penipuan di Kamboja (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Penyebaran informasi melalui aplikasi telegram, salah satu masyarakat Indonesia yang melakukan tindak penipuan di Kamboja (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Mengubah setelan grup memang membuat orang asing tidak bisa lagi memasukkan kamu ke grup aneh-aneh. Namun, untuk perlindungan berlapis yang jauh lebih aman, kamu sangat disarankan melakukan dua hal ini:

  • Sembunyikan Nomor Telepon kamu
    • Di dalam menu Privacy and Security, ketuk opsi Phone Number, lalu ubah setelan "Who can see my phone number" menjadi Nobody (Tidak Ada). Langkah ini akan menutup celah bagi sindikat penipu untuk mencari atau mengoleksi akun kamu lewat basis data nomor HP.
  • Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)
    • Pilih Two-Step Verification di menu keamanan, lalu buatlah kata sandi tambahan yang kuat. Ini adalah proteksi krusial agar akun kamu tidak bisa diambil alih (dibajak) oleh pelaku kejahatan, meskipun kamu tidak sengaja mengklik tautan (link) jebakan atau mengunduh file *.APK palsu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More