Cegah Kecurangan, Timnas AMIN Siapkan Saksi Berlapis saat Coblosan

Semarang, IDN Times - Tim Pemenangan Nasional (Timnas) pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) memastikan akan mengerahkan tak kurang 10 juta orang untuk ditempatkan sebagai petugas saksi berlapis saat masa coblosan Pemilu tanggal 14 Februari 2024 nanti.
Keberadaan 10 juta orang itu akan ditugaskan khusus untuk mengantisipasi kecurangan yang berpotensi dilakukan secara masif selama masa coblosan.
1. Timnas AMIN siapkan 823.000 saksi TPS

Menurut Asisten Pelatih Timnas AMIN, Tamsil Linrung, pihaknya kini mematangkan penyediaan petugas saksi yang jumlahnya mencapai 823.000 orang. Adanya ratusan ribu saksi itu akan diperkuat dengan simpul-simpul relawan perjuangan yang menyatakan kesiapannya menjadi petugas saksi berlapis.
"Saksinya ada 823 ribu, ada kemungkinan saksi berlapis. Bisa saja saksinya di tiap TPS ada 10 bisa lebih. Karena kita punya relawan pejuang perubahan lumayan besar juga. Simpulnya saja mencapai ratusan ribu. Kalau itu bisa ditempatkan di setiap TPS 10 orang maka kita punya saksi 10 juta. Dan kebanyakan saksi luar," ungkap Tamsil di sela deklarasi pembentukan pengurus pergerakan insan cita for AMIN Jawa Tengah di GHotel Grasia Gajahmungkur Semarang, Kamis (11/1/2024).
2. PKB diklaim sudah siapkan saksi di masing-masing TPS

Lebih lanjut, menurutnya dengan adanya saksi berlapis maka mereka akan bergerak mencegah kecurangan dengan mempertebal pengawasan selama masa coblosan. Kekuatan tambahan juga ditopang dari PKB yang mengklaim siap menempatkan satu saksi per TPS.
3. Pengurus pergerakan insan cita diminta aktif mengawal pemilu 2024

Tamsil pun mengingatkan kepada para pengurus pergerakan insan cita guna berpartisipasi aktif dalam menyukseskan gelaran Pemilu 2024 sekaligus memenangkan paslon AMIN agar terpilih menjadi presiden.
Peran aktif pengurus pergerakan insan cita, katanya bisa dimulai dengan menjadi saksi TPS. Maupun ikut dalam gerakan Kawal Pemilu bersama jaringan aktivis mahasiswa, santri dan para civil society.
Hal ini perlu digerakkan secara masif mengingat masa coblosan menyisakan waktu kurang lebih sebulan.
"Maka dari pergerakan insan cita ini jangan lupa gunakan hak pilihnya untuk mencoblos tanggal 14 Februari dan berperan jadi saksi pemilu di dalam dan luar TPS. Atau berperan di Kawal Pemilu. Dan emak-emak Aisyiyah akan membentuk 50 ribu dapur halal di setiap 10-20 TPS. Jadi satu TPS ada satu dapur," bebernya.
"Waktu kita singkat tinggal satu sebulan lebih tiga hari untuk bekerja mensukseskan pemilu dan mensukseskan calon yang kita dukung. Maka saya minta teman-teman bagaimana kawal pemilu atau pemilu halal. Sehingga menjadi pemilu yang jurdil jauh dari yang dinarasikan selama ini ada kecurangan yang dirancang secara sistematis," tambahnya.
4. Para alumni HMI bertekad menangkan AMIN

Sapto Widodo, Anggota Majelis Pergerakan For AMIN menjelaskan dalam deklarasi relawan pergerakan insan cita mayoritas diikuti para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Deklarasi sebagai sebuah pernyataan untuk mendukung paslon AMIN. Ini artinya mereka ditugaskan untuk turun ke jalan, menyapa para petani di sawah dan door to door untuk menyosialisasikan pemenangan AMIN di Pilpres.
"Para alumni HMI ini kan semuanya mantan aktivis pergerakan yang telah menyatukan tekad untuk menciptakan kemenangan bagi Mas Anies dan Cak Imin," ujar Sapto.



















