Semarang, IDN Times – Sebuah usaha sukses dan berkembang tidak sekadar bisa menjual produk di pasaran. Akan tetapi, dimulai dari bisa melihat peluang sehingga mampu meningkatkan permintaan konsumen.
Dari Modal Rp300 Ribu, Kamu Tahu Rahasia Sukses IDEacraft?

IDEacraft lahir dari hobi melukis Swabawa Arif Wicaksono dengan modal Rp300 ribu, berkembang jadi bisnis dekorasi rumah berkarakter lokal yang dipasarkan lewat media sosial dan galeri.
Tanpa investasi besar, IDEacraft tumbuh lewat desain unik seperti lampu teko dan botol handsoap dekoratif, serta memperluas jaringan melalui komunitas UMKM Jawa Tengah sejak 2022.
Melalui program Rumah BUMN BRI, IDEacraft naik kelas lewat pelatihan branding dan digital marketing, memanfaatkan layanan digital untuk transaksi cepat dan memperkuat daya saing UMKM lokal.
1. Lahir bukan dari perencanaan bisnis besar

Hal itu dialami oleh UMKM asal Kota Semarang, IDEacraft yang dibangun oleh Swabawa Arif Wicaksono. Arif memulai usaha kerajinan dekorasi rumah pada tahun 2029. Bermodal Rp300 ribu, ia melihat peluang dari tren di masyarakat yang menggemari dekorasi rumah berkarakter lokal dan produk kerajinan bernilai artistik.
Dari kreativitas Arif yang memiliki hobi melukis itu, usahanya dapat berkembang menjadi bisnis yang mampu bertahan sekaligus memperluas pasar. Hingga saat ini produk dekorasi rumah buatan IDEacraft berhasil dipasarkan melalui media sosial, galeri hotel, hingga sejumlah rest area di Jawa Tengah.
Arif menceritakan, usaha tersebut lahir bukan dari perencanaan bisnis besar, melainkan dari hobi melukis yang kemudian dipadukan dengan peluang pasar dekorasi rumah.
“Awalnya saya hanya ingin membuat produk dekorasi rumah yang cantik, unik, dan memiliki nilai jual. Modal pertama sekitar Rp300 ribu untuk membeli alat membuat lilin. Selama hampir empat tahun, seluruh keuntungan terus diputar kembali menjadi modal usaha,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
2. Berkembang tanpa bergantung investasi besar

Strategi tersebut membuat IDEacraft perlahan berkembang tanpa bergantung pada investasi besar. Berbagai produk kemudian lahir, mulai dari lampu teko, teko lukis batik, toples kue, hingga botol handsoap dekoratif yang kini menjadi produk terlaris.
Keunikan desain menjadi pembeda utama IDEacraft di tengah persaingan industri dekorasi rumah yang semakin ketat. Produk-produk yang dibuat menggabungkan unsur seni, fungsi, serta harga yang tetap kompetitif sehingga mampu menjangkau berbagai segmen konsumen.
Momentum pertumbuhan usaha semakin terasa ketika pada 2022 IDEacraft mulai memperluas jaringan pemasaran melalui komunitas UMKM di Jawa Tengah.
3. Naik kelas lewat digitalisasi dan branding

Perjalanan IDEacraft tidak hanya ditopang kreativitas produk, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mengandalkan kanal digital dalam mencari produk kerajinan lokal.
Untuk memperkuat bisnisnya, Swabawa kemudian bergabung dengan program Rumah BUMN BRI.
Melalui program tersebut, IDEacraft memperoleh berbagai pendampingan, mulai dari pelatihan branding, digital marketing, kurasi produk melalui BRIncubator, hingga kesempatan mengikuti BRI UMKM EXPO(RT).
Menurut Swabawa, pelatihan branding dan pemasaran digital menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan usahanya.
Selain memperluas pasar, IDEacraft juga mulai memanfaatkan layanan digital seperti BRImo, QRIS BRI, merchant BRI, hingga akses pembiayaan usaha. Digitalisasi transaksi dinilai membantu operasional menjadi lebih praktis melalui notifikasi pembayaran secara real-time dan proses pencairan dana yang lebih cepat.
4. Tren produk lokal semakin menguat

Fenomena berkembangnya IDEacraft sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dekorasi rumah buatan pelaku UMKM lokal yang menawarkan desain khas dan nilai artistik.
Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga kemampuan menghadirkan identitas produk, memperkuat branding, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan IDEacraft menjadi contoh bagaimana kreativitas yang dikembangkan secara konsisten dapat menciptakan nilai ekonomi.
Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang unik sekaligus memanfaatkan berbagai program peningkatan kapasitas menjadi faktor penting agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“IDEacraft menunjukkan bahwa kreativitas yang dipadukan dengan ketekunan dapat menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai tambah. Kemampuan memanfaatkan berbagai peluang pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar, menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. BRI akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang pengembangan bisnis, serta mendorong lebih banyak UMKM untuk naik kelas,” kata Dhanny.
Hingga akhir Maret 2026, BRI mencatat telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai daerah di Indonesia. Melalui ekosistem tersebut, lebih dari 18 ribu pelatihan telah diselenggarakan guna meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing pelaku UMKM di berbagai sektor.



















