Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono Resmi Jadi Guru Besar, Ini Kiprahnya
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip), Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., resmi meraih jabatan sebagai Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan. (dok. Fisip Undip)
  • Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tata Kelola Pemerintahan, memperkuat kapasitas akademik fakultas dalam kajian pemerintahan dan kebijakan publik.
  • Teguh memiliki rekam jejak sebagai akademisi, konsultan, panelis debat pilkada, peserta seleksi pejabat, serta tenaga ahli MPR, DPD, dan Wali Kota Semarang.
  • Sebagai dekan, Teguh mendorong internasionalisasi, publikasi bereputasi, jejaring global, dan target World Class Faculty; FISIP Undip juga menyiapkan sejumlah dosen menuju jabatan guru besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1993

Teguh Yuwono menyelesaikan Program Sarjana Ilmu Pemerintahan di Undip.

2001

Ia melanjutkan pendidikan Master of Public Policy and Administration di Flinders University, Australia.

2014

Teguh menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran.

kini

Teguh Yuwono resmi meraih jabatan Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan dan membawa mandat baru di FISIP Undip.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., resmi meraih jabatan Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan di Universitas Diponegoro.
  • Who?
    Teguh Yuwono, Dekan FISIP Undip dan dosen Ilmu Pemerintahan, menjadi akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar.
  • Where?
    Pengukuhan terkait jabatan akademik Teguh berlangsung dalam lingkungan Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Waktu pengukuhan secara rinci per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Jabatan tersebut diraih Teguh dalam bidang Tata Kelola Pemerintahan, sejalan dengan kiprahnya di pendidikan, penelitian, kebijakan publik, dan pemerintahan.
  • How?
    Teguh menempuh pendidikan sarjana, magister, dan doktoral serta berkiprah sebagai konsultan, panelis debat pilkada, tenaga ahli lembaga negara, dan Dekan FISIP Undip.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Teguh Yuwono dari FISIP Undip sekarang jadi Guru Besar tentang cara pemerintah bekerja. Ia juga dekan di sana. Dulu ia belajar di Undip, Australia, dan Unpad. Pak Teguh sering membantu urusan pemerintah dan mengajar mahasiswa. Sekarang ia ingin FISIP Undip makin dikenal di dunia. Ada dosen lain yang juga sedang menuju Guru Besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengukuhan Teguh Yuwono sebagai Guru Besar mencerminkan pertemuan yang kuat antara ketekunan akademik dan pengalaman langsung dalam tata kelola publik. Kiprahnya sebagai pendidik, peneliti, serta mitra berbagai lembaga memberi FISIP Undip modal intelektual yang relevan untuk memperluas kajian pemerintahan, jejaring kolaborasi, dan pembinaan mahasiswa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip), Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., resmi meraih jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan.

Pengukuhan tersebut menjadi capaian penting bagi akademisi yang selama ini tak hanya berkutat di ruang kuliah dan penelitian. Teguh juga aktif terlibat dalam isu pemerintahan, politik, kebijakan publik hingga proses seleksi pejabat pemerintahan.

Gelar profesor tersebut sekaligus menambah kekuatan akademik FISIP Undip dalam pengembangan kajian pemerintahan dan tata kelola publik.

1. Aktif di isu pemerintahan

Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Teguh Yuwono. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Teguh dikenal sebagai salah satu akademisi Undip yang cukup aktif memberikan analisis mengenai politik dan pemerintahan. Pemikirannya kerap digunakan sebagai rujukan dalam pemberitaan media nasional.

Pengalamannya juga tidak terbatas pada aktivitas akademik. Ia pernah menjadi konsultan pemerintahan serta narasumber dalam berbagai forum nasional maupun internasional.

Teguh beberapa kali dipercaya menjadi panelis debat pemilihan kepala daerah, baik tingkat kabupaten, kota maupun provinsi. Ia juga pernah terlibat dalam proses seleksi calon pejabat melalui open bidding di sejumlah pemerintahan daerah.

Pengalamannya mencakup keterlibatan dalam seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu, serta menjadi tenaga ahli di sejumlah lembaga negara dan pemerintahan.

Selanjutnya, dosen Ilmu Pemerintahan FISIP ini juga pernah menjadi Tenaga Ahli MPR RI, Tenaga Ahli DPD RI, hingga Tenaga Ahli Wali Kota Semarang.

Dengan rekam jejak tersebut, pengukuhan sebagai Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan bukan hanya menjadi pencapaian akademik personal, tetapi juga memperkuat posisi Teguh dalam pengembangan diskursus pemerintahan dan kebijakan publik.

2. Alumni Undip yang kembali memimpin FISIP

Dua calon guru besar Universitas Diponegoro (Undip), yakni dokter Muflihatul Muniroh, M.Si.Med., Ph.D dari Fakultas Kedokteran dan Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol. Admin., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) memaparkan makalah ilmiah di hadapan Dewan Profesor Undip di Gedung SA-MWA Kampus Undip Tembalang, Rabu (10/6/2026). (dok. Undip)

Dari latar belakang pendidikan, Teguh merupakan putra Kebumen dan alumni Program Sarjana Ilmu Pemerintahan Undip tahun 1993.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan Master of Public Policy and Administration di Flinders University, Australia, pada 2001. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Padjadjaran dan diselesaikan pada 2014.

Lalu di bidang organisasi keilmuan, Teguh pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) dan Ketua I Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (KAPSIPI).

Ia juga terlibat dalam Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (FODEKIIS).

Pengalaman tersebut membuat kiprahnya berada di dua ranah sekaligus: mengembangkan ilmu pemerintahan melalui perguruan tinggi sekaligus berinteraksi langsung dengan persoalan tata kelola pemerintahan di lapangan.

3. Dorong FISIP Undip menuju kelas dunia

Ilustrasi kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip). (dok. Fisip Undip)

Sebagai Dekan FISIP Undip, Teguh juga membawa agenda transformasi akademik dan internasionalisasi fakultas.

Penguatan sumber daya akademik, publikasi ilmiah bereputasi internasional, jejaring global dan kolaborasi menjadi sejumlah agenda yang didorong selama kepemimpinannya.

FISIP Undip sendiri menargetkan penguatan posisi sebagai World Class Faculty. Perkembangan fakultas turut tercermin dari pengakuan berbagai lembaga pemeringkatan internasional, termasuk QS World University Rankings dan EduRank.

Di sisi lain, Teguh tetap aktif dalam kegiatan pendidikan. Ia membimbing mahasiswa mulai jenjang sarjana, magister hingga doktor.

Para alumni yang pernah mendapatkan pendidikan dan bimbingannya kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, akademik, media hingga sektor profesional.

4. FISIP Undip siapkan guru besar baru

Ilustrasi kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip). (dok. Fisip Undip)

Capaian Teguh juga berpotensi diikuti akademisi FISIP Undip lainnya. Sejumlah dosen saat ini disebut tengah menjalani proses menuju jabatan Guru Besar, antara lain Dr. Sos. Dra. Fitriyah, M.S., Dr. Nurul Hasfi, S.Sos., M.A., dan Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D.

Jika proses tersebut tuntas, penambahan Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan akan memperkuat kapasitas akademik FISIP Undip.

Bagi FISIP Undip, bertambahnya Guru Besar bukan sekadar soal jumlah profesor. Kehadiran akademisi dengan pengalaman riset, kebijakan dan jejaring profesional diharapkan memperluas kemampuan fakultas menghasilkan kajian yang dapat menjawab persoalan pemerintahan dan masyarakat.

Dengan latar belakang akademik sekaligus pengalaman di dunia pemerintahan dan politik, Teguh kini membawa mandat baru sebagai Guru Besar. Tantangannya bukan hanya mempertahankan produktivitas akademik, tetapi memastikan ilmu tata kelola pemerintahan yang dikembangkan kampus tetap relevan dengan persoalan publik yang terus berubah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article