Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa MAN 2 Rembang Masuk Puskesmas
Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). (IST)
  • Sebanyak 36 siswa MAN 2 Rembang dilarikan ke Puskesmas Lasem pada Selasa akibat mual, muntah, diare, dan sakit perut; insiden diduga terkait konsumsi Makanan Bergizi Gratis.
  • Keluhan mulai terdeteksi sekitar pukul 08.00 WIB, meski beberapa siswa mengaku mengalami gejala sejak malam sebelumnya dan tetap berangkat sekolah sebelum kondisi memburuk.
  • Puskesmas Lasem menangani pasien berdasarkan tingkat keparahan serta mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium; 15 siswa opname, 15 rawat jalan, dan 6 masih diobservasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.



Rembang, IDN Times — Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). Puluhan siswa mendadak dilarikan ke puskesmas setelah mengalami gejala mual, muntah, hingga diare secara bersamaan.


​Kuat dugaan, kondisi darurat yang menimpa para pelajar ini dipicu usai mereka mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

1. . Gejala sakit perut mulai menyerang sejak jam pelajaran pertama

Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). (IST)


Kepala MAN 2 Rembang, Ahmad Suhadak Solikin, membenarkan adanya insiden yang menimpa anak didiknya tersebut. Menurut Suhadak, para siswa mulai mengeluhkan sakit perut saat berada di sekolah, tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB pagi.


​"Iya benar. Ini tadi kejadian sekitar jam 08.00 WIB. Ya murid-murid pada ngeluh diare, mual, muntah, mules. Iya (dugaannya keracunan MBG). Ini sudah dirawat di Puskesmas Lasem," ungkap Suhadak.

2. Kesaksian siswa: Sudah bolak-balik toilet sejak malam

Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). (IST)


Usut punya usut, beberapa siswa ternyata sudah merasakan gejala tersebut sebelum berangkat ke sekolah. Hal ini dialami oleh Nashwa Angeli Fajrina, siswa kelas 12 MAN 2 Rembang. Ia mengaku perutnya sudah mulai melilit sejak malam sebelumnya.


​"Kerasanya itu pas Isya, tengah malam itu kerasa lagi sering BAB. Pagi masih kerasa, tapi mau enggak sekolah sayang, akhirnya sekolah. Di sekolahan diare lagi, BAB sampai tiga kali. Tadi sampai antre juga di WC," cerita Nashwa.

3. Puskesmas fokus tanggap darurat dan amankan sampel makanan

Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). (IST)


Merespons lonjakan pasien berseragam sekolah tersebut, Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, langsung mengambil langkah cepat dengan memilah pasien berdasarkan tingkat keparahan gejala.


​Namun, dr. Joko menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan vonis pasti penyebab medis insiden ini sebelum hasil uji laboratorium keluar.
​"Belum bisa dipastikan (dikarenakan MBG). Kita yang penting tanggap daruratnya dulu, menangani yang datang bergejala kemudian mengamankan sampel-sampelnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Daya tampung puskesmas masih aman," tegas Joko.

4. . Sebanyak 15 siswa terpaksa harus jalani rawat inap

Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). (IST)


Berdasarkan data terbaru di lapangan hingga Selasa sore pukul 15.52 WIB, total siswa yang dirawat di Puskesmas Lasem terus melonjak mencapai 36 anak. Mengingat pendataan masih berjalan, angka ini diperkirakan masih bisa bertambah.


​Adapun rincian penanganan medis para siswa sejauh ini adalah sebagai berikut:


• ​15 siswa harus menjalani rawat inap (opname).
• ​15 siswa diperbolehkan rawat jalan.
• ​6 siswa masih berada dalam proses observasi di puskesmas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article