Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasca Keracunan Massal di SMAN 1 Lasem, Dapur Gizi SPPG Soditan Disuspend

Kab. Rembang
Pasca Keracunan Massal di SMAN 1 Lasem, Dapur Gizi SPPG Soditan Disuspend
Suasana SPPG Soditan di Lasem pada Jumat (4/9/2026) siang. Akibat dugaan keracunan massal MBG pada Kamis SPPG Soditan ditutup sementara. (IST)
  • BGN menghentikan sementara operasional SPPG Soditan setelah diare massal usai menu MBG di SMAN 1 Lasem; distribusi makanan dihentikan atau dapat dialihkan sesuai prosedur.
  • SPPG mengklaim menu telah lolos uji inderawi sebelum dikirim, sementara seorang siswa mencium bau tak sedap dari tulang ayam; sampel makanan diuji Dinkes hingga 14 hari kerja.
  • Kondisi siswa membaik dan KBM kembali normal, tetapi 209 siswa masih izin serta sembilan dirawat; sekolah menyurvei kelanjutan MBG di tengah investigasi lintas instansi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rembang, IDN Times — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Lasem, Kabupaten Rembang. Langkah tegas ini diambil buntut kasus diare massal yang menimpa ratusan siswa dan guru SMAN 1 Lasem usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Soditan, Achmad Sholeh Syarifudin, membenarkan penghentian sementara operasional tersebut. Selama masa suspend, distribusi makanan untuk para penerima manfaat dihentikan atau berpotensi dialihkan ke SPPG terdekat sesuai prosedur BGN.

"Untuk sementara ini penerima manfaat dari SPPG libur dulu. Memang bisa dialihkan ke SPPG terdekat selama libur, tapi untuk ketentuannya harus mengirimkan jumlah penerima manfaat dan lainnya," kata Sholeh, Jumat (4/9/2026).

  1. 1. Pengelola Klaim Lakukan Uji Organoleptik Sebelum Distribusi

    WhatsApp Image 2026-09-03 at 15.33.33.jpeg
    Menu MBG dari SPPG Soditan yang diduga menjadi pemicu keracunan di SMAN 1 Lasem. Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

    Sholeh menjelaskan bahwa pihak SPPG sebenarnya telah menjalankan prosedur uji organoleptik atau pengecekan kualitas menggunakan indra (termasuk mencicipi makanan) sebelum MBG dikirim ke SMAN 1 Lasem pada Rabu (2/9/2026) pukul 11.00 WIB.

    "Sebelum itu kita memberikan namanya organoleptik kepada PIC kami dari SPPG juga ikut mencicipi. Alhamdulillah untuk ayam, nasi, lalapan, sambal serta semangka itu bagus," klaim Sholeh.

    Ia menduga ada faktor luar yang turut memengaruhi kondisi kesehatan siswa, seperti cuaca yang memicu penurunan sistem imun, atau kemungkinan konsumsi jajanan lain di luar MBG saat jam istirahat pertama.

    Meski demikian, SPPG Soditan menyatakan kooperatif dan menyerahkan seluruh pengusutan kasus ke laboratorium Dinas Kesehatan Rembang. Sampel menu lengkap—terdiri dari nasi, ayam bakar, mendoan, lalapan, sambal, dan semangka—saat ini sedang diuji dengan masa tunggu hasil hingga 14 hari kerja.

  2. 2. Siswa Mengaku Cium Aroma Tak Sedap dari Tulang Ayam

    WhatsApp Image 2026-09-03 at 15.33.30.jpeg
    Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

    Keterangan dari pengelola berbanding terbalik dengan kesaksian korban. Martina Dwi Setianingsih, siswa kelas 10 SMAN 1 Lasem yang sempat dirawat di Puskesmas Lasem, membeberkan kronologi sakit perut yang dialaminya sejak Rabu malam pascasantap MBG.

    "Sakit perut mules sama muntah. Awalnya itu kemarin habis magrib. Saya kebangun jam 12 malam sampai jam tiga itu saya ke kamar mandi, karena mules sakit diare," tutur Martina.

    Martina memastikan dirinya tidak membeli jajanan di sekolah pada hari kejadian dan hanya sarapan nasi telur di rumah. Saat menyantap MBG pada istirahat kedua sekitar pukul 12.00 WIB, ia mendapati kejanggalan pada lauk ayam bakar.

    "Rasanya itu biasa aja, cuma saya habis makan ayam, saya itu sadar aroma tulangnya itu nggak enak sudah bau. Teman saya juga ada katanya malah ayamnya yang nggak enak, aromanya nggak enak," ungkapnya.

    Hingga Jumat (4/9/2026), kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Lasem sudah kembali normal seiring membaiknya kondisi mayoritas siswa. Namun, sembilan siswa masih menjalani perawatan dan observasi ketat di Puskesmas Lasem untuk mencegah dehidrasi.

  3. 3. Pihak Sekolah Gelar Survei Kelanjutan MBG

    Suasana SPPG Soditan di Lasem pada Jumat (4/9/2026) siang. Akibat dugaan keracunan massal MBG pada Kamis SPPG Soditan ditutup sementara. (IS
    Suasana SPPG Soditan di Lasem pada Jumat (4/9/2026) siang. Akibat dugaan keracunan massal MBG pada Kamis SPPG Soditan ditutup sementara. (IST)

    Kondisi warga SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berangsur membaik pasca insiden diare massal yang melanda kawasan sekolah. Hingga Jumat (4/9/2026), tercatat sebanyak 209 siswa masih izin tidak masuk sekolah karena pemulihan, sementara sembilan siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lasem.

    Angka siswa yang izin sakit tersebut menurun drastis jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 725 siswa. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) telah kembali berjalan normal.

    Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutuik, menyampaikan bahwa sebagian besar murid yang sempat mengeluhkan gangguan pencernaan kini sudah beraktivitas kembali di kelas.

    “Untuk hari ini anak-anak yang izin sakit masih sejumlah 209, kemarin kan sekitar 700-an lebih. Alhamdulillah sudah banyak yang membaik dan sudah mengikuti KBM di kelas. Kami hari ini tetap masuk normal seperti biasa,” kata Juhartutuik, Jumat (4/9/2026).

    Guna menentukan langkah ke depan, pihak sekolah saat ini tengah menyebar survei internal untuk mendata perkembangan kesehatan guru dan murid secara menyeluruh. Hasil dari survei ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan utama sekolah untuk memutuskan apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilanjutkan atau dihentikan sementara.

    “Ini sedang kami survei untuk guru maupun siswa. Saya belum mengambil hasil surveinya, kemarin sore baru 400 orang yang mengisi dan nanti hari ini kita akan tindak lanjuti hasil survei dari guru dan siswa itu, apakah mau melanjutkan (MBG) atau tidak,” terangnya.

    Sejumlah instansi lintas sektor juga dilaporkan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi lanjutan, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Lasem, jajaran Polres, Kodim, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More