Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua RS Jateng Siap Tangani Pasien Cacar Monyet, Begini Gejala Awalnya

Dua RS Jateng Siap Tangani Pasien Cacar Monyet, Begini Gejala Awalnya
ilustrasi cacar monyet (pixabay.com/Gerd Altmann)
Share Article

Semarang, IDN Times - Dua rumah sakit wilayah Jawa Tengah telah disiapkan untuk melayani perawatan bagi para pasien cacar monyet atau monkeypox.

Menurut keterangan dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kedua rumah sakit yang dimaksud antara lain RSUP dr Kariadi Semarang dan RSUD dr Moewardi Solo. 

1. Dua RS siap merawat pasien cacar monyet

Seorang perawat saat berjalan masuk ke ruang Rajawali RS Dr Kariadi Semarang tempat isolasi pasien suspek virus corona. IDN Times/Fariz Fardianto
Seorang perawat saat berjalan masuk ke ruang Rajawali RS Dr Kariadi Semarang tempat isolasi pasien suspek virus corona. IDN Times/Fariz Fardianto

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Irma Makiah mengungkapkan pihaknya kini telah menyediakan ruang isolasi di dua rumah sakit tersebut termasuk menyiapkan vaksin untuk pengobatan cacar monyet.

Pihak Kemenkes telah menyediakan segala peralatan pengobatan bagi pasien cacar monyet bersama para tenaga ahli. 

"Kita menyiapkan ruang isolasi, terus infus cairannya, kemudian vaksin disediakan Kemenkes dan dokter ahli di Jateng. Insyallah sudah siap, seperti RS Kariyadi, Moewardi dan lainnya. Kalau di Jateng, Alhamdulillah belum ada," ujarnya, Selasa (31/10/2023). 

2. Mulai tingkatkan kewaspadaan

Ilustrasi orang yang terkena cacar monyet ( www.freepik.com )
Ilustrasi orang yang terkena cacar monyet ( www.freepik.com )

Ia menjelaskan pasien cacar monyet di Jawa Tengah belum ditemukan, akan tetapi peningkatan kewaspadaan mulai dilakukan agar tidak ada penularan klinis yang berpotensi merebak di sejumlah wilayah. 

Irma juga memastikan seluruh dokter dan rumah sakit sudah siap menangani penyakit cacar monyet. 

3. Cacar monyet bisa dilihat dari pembengkakan kelenjar getah bening

Ilustrasi pembengkakan kelenjar getah bening. healthcentral.com
Ilustrasi pembengkakan kelenjar getah bening. healthcentral.com

Lebih jauh, bagi pasien yang bergejala cacar monyet akan diambil sampelnya untuk dicek di laboratorium. 

"Dan kemarin kita sudah meningkatkan sistem kewaspadaan unit dan responnya. Kalau ada suspek ke arah sana (cacar monyet), kita akan tindaklanjuti bersama dengan pemeriksaan lanjutan. Kalau ada suspek sudah positif suspek ada bentol- bentol cacar, demam ada resiko kontak dengan penderita, biasanya kita akan ambil sample dibawa ke laboratorium," tuturnya. 

Gejala cacar monyet sendiri, katanya bisa gampang dilihat kasat mata. Mulai dari pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) hingga munculnya benjolan yang lebih ekstrim atau banyak. 

Selain itu, ada juga gejala nyeri otot, demam dan sakit kepala. Irma mengaku gejala cacar monyet timbul selama 7 hari sampai 21 hari. 

"Limfadenopati paling khas di ketiak, dan benjolannya bentuk cacarnya lebih ekstrim lebih merata juga. Sedangkan gejala awal cacar monyet mirip dengan cacar biasa, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, ruam dan lesi. Gejala bisa muncul dalam 7-14 hari setelah terinfeksi, tapi dalam beberapa kasus bisa 5-21 hari setelah paparan," tuturnya. 

4. Hindari kontak fisik dengan penderita

ilustrasi virus cacar monyet (pixabay.com/SamuelFrancisJohnson)
ilustrasi virus cacar monyet (pixabay.com/SamuelFrancisJohnson)

Lebih lanjut, ia menyarankan supaya pasien bergejala cacar monyet menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Karena pengalaman di Jakarta banyak pasien cacar monyet menularkan virusnya dari sentuhan fisik. 

"Jadi itu penularannya kan lewat kontak fisik. Paling banyak juga penularan dari hubungan seksual sih. Jadi hindari perilaku seksual negative. Orang dengan daya tahan tubuh rendah itu yang mudah kena," bebernya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Dear Para Orang Tua! Jangan Biarkan Anak-anak Bermain di Rel KA, Ini Bahayanya

28 Jun 2026, 05:00 WIBNews