Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Siswa SMKN 4 Semarang Trauma Teman Mereka Tewas Ditembak

Dua Siswa SMKN 4 Semarang Trauma Teman Mereka Tewas Ditembak
Ilustrasi pistol. (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Semarang, IDN Times - Seorang siswa SMKN 4 Kota Semarang, meninggal dunia. Siswa berinisial GRO siswa kelas XII meninggal dunia pada Minggu (24/11/2024) malam diduga karena ditembak polisi. Bahkan masih ada dua siswa lainnya yang turut terluka akibat kejadian tersebut.

Kedua teman GRO yang selamat kondisinya menjalani perawatan medis. Mereka juga trauma atas insiden tersebut. Berdasarkan catatan SMKN 4, tiga siswa tersebut merupakan anggota Paskibraka. 

"Belum bisa ditemui, karena dari pihak keluarga juga belum mengizinkan, kami belum mengetahui detail kejadiannya," ujar Nanang Agus, Staf Kesiswaan.

Wakil Kepala SMKN 4 Semarang, Agus Riswantini, juga membenarkan informasi tentang meninggal dunia salah seorang siswanya itu. Menurut dia, kabar duka kematian GRO justru diperoleh dari teman-teman korban.

"Kami dapat informasi dari teman-teman almarhum kemudian mengecek ke rumah tinggalnya," katanya.

Saat tiba di rumah duka, kata dia, jenazah almarhum sudah diberangkatkan ke Sragen untuk dimakamkan.

Selama menempuh pendidikan, lanjut dia, siswa Kelas XI tersebut tinggal bersama neneknya.

Sementara dua siswa lain yang bersama almarhum saat kejadian menurutnya belum masuk sekolah dan belum bisa dimintai keterangan tentang peristiwa yang terjadi pada Minggu dinihari itu.

"Kami masih menunggu informasi dari orang tua keduanya," katanya.

Anggota polisi yang melakukan penembakan terhadap GRO (17 tahun) siswa SMK 4 Semarang saat ini tengah dalam pemeriksaan oleh Propam Polrestabes Semarang. "Terkait peran anggota, sedang dilakukan pendalaman oleh paminal," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.

Peristiwa penembakan terjadi di depan Perumahan Paramount Village, Jalan Simongan, Manyaran, Semarang Barat pada Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 01.00 WIB. Kapolrestabes mengatakan Saat itu terjadi tawuran antar gangster, yakni Geng Seroja dan Geng Tanggul Pojok.

Irwan Anwar mengatakan menurut informasi yang dia diperoleh, anggotanya menembakkan senjata api karena hendak melerai tawuran, korban yang tertembak di bagian pinggul. Lalu, dibawa ke rumah sakit, polisi itu juga ikut membantu.

"Nanti saya masih menunggu visum dari RS. Tapi sepertinya ada luka tembak," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Dhana Kencana
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Dokumen Wajib SPMB SMA dan SMK Negeri Jateng yang Harus Di-scan!

03 Jun 2026, 18:30 WIBNews