Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dugaan Keracunan Siswa SMKN 6 Semarang, Dapur MBG Karangturi Disetop
Siswa SMK Semarang yang diduga keracunan MBG dirawat di UKS. (Dok. Dinkes)
  • BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi, Semarang, pemasok MBG, setelah ratusan siswa SMKN 6 Semarang diduga mengalami keracunan makanan.
  • Dari 693 sasaran MBG, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyelidiki 422 responden; hingga 1 Agustus 2026, enam siswa masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas.
  • BGN bersama polisi, Dinkes, dan instansi terkait menelusuri pengolahan serta distribusi makanan; penyebab mual, muntah, dan diare masih diselidiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (29/7)

Bahan baku diterima pada siang hari dan diproses sejak malam hingga dini hari di dapur SPPG Karangturi.

Kamis (30/7)

Ahli gizi melakukan uji organoleptik dan gramasi pukul 04.00 WIB sebelum makanan dikemas. Makanan didistribusikan dalam dua kloter pada pukul 06.00 WIB dan 08.10 WIB.

Jumat (31/7)

Pihak sekolah melaporkan siswa mengalami gejala mual, muntah, dan diare pada pukul 09.40 WIB.

Sehari setelah laporan diterima

BGN membentuk investigasi lintas sektor bersama kepolisian, Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan instansi terkait untuk menelusuri pengolahan serta distribusi makanan.

Sabtu (1/8/2026)

BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi. Enam siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas.

kini

Penyebab dugaan keracunan masih diselidiki. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar langkah selanjutnya terkait operasional dapur dan penanganan kasus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi di Semarang setelah dugaan keracunan makanan dialami ratusan siswa SMKN 6 Semarang penerima Program Makan Bergizi Gratis.
  • Who?
    Siswa SMKN 6 Semarang terdampak; enam masih dirawat. BGN, KPPG Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Polrestabes Semarang, Babinsa, serta koordinator wilayah dan kecamatan menjalankan penanganan serta investigasi.
  • Where?
    Dapur SPPG Karangturi berada di Semarang. Enam siswa dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, Puskesmas Bangetayu, dan Puskesmas Halmahera.
  • When?
    Laporan gejala mual, muntah, dan diare diterima pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 09.40 WIB. Hingga Sabtu, 1 Agustus 2026, dapur disuspensi dan enam siswa masih menjalani perawatan.
  • Why?
    Penghentian dilakukan sebagai langkah kehati-hatian setelah dugaan keracunan pangan. BGN menyatakan keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas selama penyelidikan berlangsung.
  • How?
    BGN membentuk tim lintas sektor untuk memantau siswa, melakukan penyelidikan epidemiologi, serta menelusuri pengolahan dan distribusi makanan. Penyebab kejadian per saat ini masih diselidiki melalui investigasi dan pemeriksaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak murid SMKN 6 Semarang sakit perut, muntah, dan diare setelah mendapat makanan. Dapur makanan gratis Karangturi lalu ditutup sementara supaya aman. Enam murid masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas. Orang dari kesehatan, polisi, dan Badan Gizi Nasional sedang mencari tahu kenapa makanan itu bisa membuat murid sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat BGN menghentikan sementara dapur SPPG Karangturi menunjukkan keselamatan siswa ditempatkan sebagai prioritas saat penyebab kejadian masih diperiksa. Pemantauan terhadap siswa yang dirawat, penyelidikan epidemiologi, serta investigasi lintas sektor yang menelusuri proses pengolahan dan distribusi makanan mencerminkan penanganan yang terkoordinasi dan berhati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang. Tindakan ini menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang.

Hingga Sabtu (1/8/2026), enam siswa masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Sementara itu, investigasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.

1. Operasional dapur MBG dihentikan sementara

Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Sabtu (1/8/2026). (dok. Dinkes Semarang)

Koordinator KPPG Semarang, Hadi Riajaya mengatakan, BGN memutuskan menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi yang menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian operasional dapur ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian.

Menurutnya, keselamatan para penerima manfaat menjadi prioritas utama selama proses investigasi berlangsung.

“Makanya dapur kami suspend sementara. Keselamatan penerima manfaat jadi yang utama dan prioritas,” kata Hadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah muncul dugaan keracunan pangan yang menimpa pelajar SMKN 6 Semarang.

2. Enam siswa masih menjalani perawatan

Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Sabtu (1/8/2026). (dok. Dinkes Semarang)

Berdasarkan data BGN, dari total 693 siswa yang menjadi sasaran program MBG di sekolah tersebut, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap 422 responden.

Hingga Sabtu, masih ada enam siswa yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Rinciannya, dua siswa dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro, satu siswa di RST Bhakti Wira Tamtama, satu siswa di Puskesmas Bangetayu, dan dua siswa lainnya di Puskesmas Halmahera.

“Kami bergerak cek kondisi penerima manfaat yang terdampak. Mulai dari yang di puskesmas sampai yang dilarikan ke rumah sakit untuk rawat inap,” ujar Hadi.

BGN menyatakan, terus memantau perkembangan kondisi para siswa sambil melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.

3. Investigasi libatkan polisi hingga Dinkes

Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). (dok. Dinkes Semarang)

Sehari setelah laporan diterima, BGN membentuk investigasi lintas sektor bersama sejumlah instansi.

Tim investigasi melibatkan KPPG Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, Koordinator Wilayah Kota Semarang, Koordinator Kecamatan Semarang, Babinsa, Polrestabes Semarang, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Selain memantau kondisi korban, tim juga menelusuri kronologi pengolahan hingga distribusi makanan di dapur SPPG Karangturi.

Dalam kronologi yang dirilis BGN, bahan baku mulai diterima pada Rabu (29/7) siang, kemudian diproses sejak malam hari hingga dini hari.

Pada Kamis (30/7) pukul 04.00 WIB, ahli gizi disebut melakukan uji organoleptik dan gramasi sebelum makanan dikemas. Distribusi kemudian dilakukan dalam dua kloter pada pukul 06.00 WIB dan 08.10 WIB.

4. Penyebab dugaan keracunan masih diselidiki

Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). (dok. Dinkes Semarang)

BGN menyebut laporan pertama mengenai siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan diare diterima dari pihak sekolah pada Jumat (31/7) pukul 09.40 WIB.

Meski kronologi pengolahan makanan telah dipaparkan, penyebab dugaan keracunan hingga kini belum disimpulkan.

Investigasi dan pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan sumber kejadian.

BGN menegaskan hasil penyelidikan akan menjadi dasar penentuan langkah berikutnya terkait operasional dapur SPPG Karangturi maupun penanganan kasus tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article