Limbah besi dijadikan penyangga struktur bangunan green house agar tambah kokoh. Pemanfaatan limbah besi karena warga menyadari wilayahnya punya lahan terbatas dengan tanah yang terdampak rob.
Ekonomi Sirkular ala Emak-emak Semarang: Hidupkan Green House dari Tenaga Angin

- PLN Indonesia Power menggandeng emak-emak KWT Cantik Bahari di Tanjung Mas untuk memanfaatkan 360 kg limbah besi pembangkit listrik sebagai struktur green house ramah lingkungan.
- Green house tersebut terhubung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu mikro berkapasitas 1000 Watt guna memenuhi kebutuhan listrik, dari sistem pengairan otomatis hingga pencahayaan buatan.
- Program kolaboratif ini melibatkan Pemkot Semarang, LPUBTN, SCU, dan Rotary Club untuk menciptakan ketahanan pangan mandiri sekaligus menekan emisi karbon serta memberdayakan masyarakat pesisir.
Semarang, IDN Times - Setumpuk besi bekas pembangkit listrik apabila dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Buktinya, pihak PLN Indonesia Power (IP) Semarang sedang getol mengajari emak-emak yang tergabung dalam paguyuban KWT Cantik Bahari Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara untuk memanfaatkan limbah besi bekas.
Pihak Indonesia Power menyatakan limbah besi bekas pembangkit yang digunakan emak-emak tersebut sebanyak 360 kilogram.
Didampingi PLN IP, LPUBTN dan Pemkot

Selama proses pembangunan green house, sejumlah emak-emak Kampung Tanjung Mas juga didampingi Pemkot Semarang, Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN KAS), Universitas Katolik Soegijapranata (SCU), dan Rotary Club.
"Program di Kelurahan Tanjung Mas ini adalah wujud nyata dari sinergi pentahelix. Kami tidak hanya memberikan bantuan fisik, melainkan sebuah ekosistem berkelanjutan," ujar Flavesius Erwin Putranto, Senior Manajer PLN IP Semarang dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (29/7/2026).
Operasional green house terkoneksi dengan PLTB

Pendampingan dilakukan bertahap untuk memastikan kegiatannya tidak sekadar seremonial, melainkan mampu menciptakan ketahanan pangan mandiri dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi emak-emak.
Sejumlah anggota KWT Cantik Bahari juga dibekali dengan keterampilan budidaya tanaman hidroponik, vertikultur, serta manajemen pembibitan yang adaptif terhadap iklim pesisir.
Melengkapi ekosistem hijau tersebut, operasional green house nantinya terintegrasi dengan peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) skala mikro.
Keberadaan PLTB, katanya untuk memenuhi kebutuhan listrik di area green house. Mulai dari sistem pengairan otomatis hingga pencahayaan buatan.
Dengan memakai energi angin, kata Erwin maka menjadi bukti nyata edukasi transisi energi yang menyentuh masyarakat grassroot.
Erwin memperkirakan selain bisa menekan emisi karbon sebesar 1,327 Ton CO2eq, juga menjadi solusi dalam mengelola limbah industri.
"Dengan memanfaatkan limbah dan menggabungkan dengan energi bayu berkapasitas 1000 Watt, kami berharap KWT Cantik Bahari dapat menjadi role model bagaimana masyarakat pesisir mampu berdaya, mandiri secara pangan, dan aktif dalam konservasi lingkungan," ujarnya.
Industri bisa selaras dengan kelestarian alam

Pemerintah Kota Semarang menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret yang sejalan dengan program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan penataan kawasan pesisir.
Dengan diberi pendampingan, pihaknya membuktikan bahwa operasional industri penyediaan energi dapat berjalan selaras dengan kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi yang mengintegrasikan pemanfaatan limbah industri, inovasi pertanian perkotaan, dan pemanfaatan energi terbarukan dimaksudkan menghadapi wilayah pesisir Semarang yang rentan terhadap perubahan iklim.


















