Petugas PLN IP Semarang bantu warga manfaatkan barang bekas. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Pendampingan dilakukan bertahap untuk memastikan kegiatannya tidak sekadar seremonial, melainkan mampu menciptakan ketahanan pangan mandiri dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi emak-emak.
Sejumlah anggota KWT Cantik Bahari juga dibekali dengan keterampilan budidaya tanaman hidroponik, vertikultur, serta manajemen pembibitan yang adaptif terhadap iklim pesisir.
Melengkapi ekosistem hijau tersebut, operasional green house nantinya terintegrasi dengan peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) skala mikro.
Keberadaan PLTB, katanya untuk memenuhi kebutuhan listrik di area green house. Mulai dari sistem pengairan otomatis hingga pencahayaan buatan.
Dengan memakai energi angin, kata Erwin maka menjadi bukti nyata edukasi transisi energi yang menyentuh masyarakat grassroot.
Erwin memperkirakan selain bisa menekan emisi karbon sebesar 1,327 Ton CO2eq, juga menjadi solusi dalam mengelola limbah industri.
"Dengan memanfaatkan limbah dan menggabungkan dengan energi bayu berkapasitas 1000 Watt, kami berharap KWT Cantik Bahari dapat menjadi role model bagaimana masyarakat pesisir mampu berdaya, mandiri secara pangan, dan aktif dalam konservasi lingkungan," ujarnya.