Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FBS Unnes Minta Polisi Bongkar Aksi Pencurian Gamelan
Ilustrasi pencurian. (IDN Times/Mardya Shakti)

Semarang, IDN Times - Pihak Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) meminta aparat kepolisian segera mengungkap aksi pencurian gamelan. Pasalnya, belasan demung yang digondol seorang pencuri dari Gedung B7 merupakan peralatan praktek perkuliahan yang vital bagi mahasiswanya. 

Wakil Dekan II Bidang Perencanaan dan Sumber Daya FBS Unnes, Burhanuddin mengatakan sudah berusaha melapor ke Polsek Gunungpati untuk menangani kasus pencurian gamelan di kampusnya. 

"Demung (yang dicuri) ini digunakan perkuliahan dan untuk pentas Gambang Semarang, pergelaran karawitan dan lain sebagainya. Harapannya, semoga kepolisian bisa bergerak cepat menangkap pelaku agar tidak merugikan pelaku kebudayaan Jawa dan tidak mengganggu latihan dan praktek kuliah gamelan," kata Burhan kepada IDN Times, Selasa (21/4/2026). 

Seperti diberitakan sebelumnya, 13 demung gamelan di Gedung B7 FBS hilang dicuri pada Jumat siang pekan kemarin. 

Burhan mengatakan pelaku pencurian demung kemungkinan besar orang yang sama yang mencuri gamelan di UGM, ISI Solo, ISI Jogja dan UNY. 

"Kebetulan sebelum kejadian kami belum tahu informasi itu, tapi setelah kejadian pihak yang di Jogja mengabarkan kejadian ini," ujarnya. 

Ia pun mengatakan kepolisian setidaknya harus segera bergerak cepat supaya demung gamelan dapat kembali ditemukan. 

"Ya pelakunya harus diamankan supaya alatnya bisa kembali digunakan buat perkuliahan," paparnya. 

Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Sena masih menelusuri kasus pencurian gamelan di Unnes. "Sebentar masih kami cari infonya," katanya. 

Editorial Team