13 Demung Gamelan di Unnes Diembat Maling, Pelakunya Mirip ISI Jogja

Semarang, IDN Times - Sebanyak 13 bilah demung gamelan Jawa yang ada di Gedung B7 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) digondol pencuri pada Jumat (17/4/2026) pekan lalu.
Kejadian hilangnya belasan demung itu diketahui saat sejumlah pegawai FBS memeriksa kelengkapan peralatan gamelan di ruangan Gedung B7.
Berdasarkan hasil pelacakan dari CCTV Gedung B7, terdapat seorang laki-laki dengan gerak-gerik yang mencurigakan yang diduga kuat mencuri 13 demung di Gedung B7 FBS.
"Kejadiannya Jumat minggu kemarin kisaran jam 14.45 sampai 14.55. Di dalam Gedung B7 FBS diketahui ada 13 bilah demung yang hilang. Itu bentuknya lonjoran lonjoran itu aja yang hilang," kata Wakil Dekan II Bidang Perencanaan dan Sumber Daya FBS Unnes, Burhanuddin kepada IDN Times, Selasa (21/4/2026).
Kejadian raibnya demung di FBS pun mengagetkan pihak kampus. Sebab semula pencuri demung tersebut sempat dikira seorang mahasiswa yang biasa keluar masuk ke Gedung B7.
Selain itu, posisi satpam juga sedang berjaga di depan fakultas. Sehingga pengawasan di Gedung B7 mengandalkan perangkat CCTV.
"Ya kita mengiranya dia mahasiswa, terus dia bisa masuk ketika ruangan tidak digunakan untuk kuliah, kemudian dia ambil (demungnya). Security kan jaga di depan, di tiap tiap gedung ada 12 gedung pengamatan dari luar," bebernya.
Ketika ditelusuri lebih jauh, katanya pencuri demung di FBS Unnes bercirikan memakai kemeja motif putih cokelat dan memakai celana panjang berbahan kain.
Lebih jelas lagi, Burhan menjelaskan pria yang menggondol demung di FBS Unnes merupakan orang yang sama dengan pencuri gamelan di ISI Jogja, ISI Solo dan UGM.
Tak cuma itu saja, pelaku yang sama juga mencuri gamelan di UNY dan banyak tempat di Temanggung.
"Hasil CCTV pelaku diduga orang yang sama yang mengambil di ISI Solo, ISI Jogja dan UGM. Wajahnya hampir sama. Satu orang. Terus pelaku di UNY juga sama. Informasinya di Temanggung ada 13 tempat yang hilang. Nyasarnya ke ruang praktek gamelan," ujarnya.
Apabila dihitung, 13 demung yang hilang setara dengan nominal Rp5 juta-Rp10 juta.
Pihaknya kini sudah koordinasi dengan anggota Polsek Gunungpati untuk mengecek CCTV. Ke depan pihaknya juga mempertebal pengawasan di semua Gedung FBS untuk mengantisipasi aksi pencurian perangkat gamelan dan sejenisnya.
"Tentunya kita akan lebih meningkatkan penjagaan untuk alat-alat kita yang punya nilai sarana perkuliahan, dan peningkatan pengawasan peningkatan keamanan dengan menggunakan CCTV," paparnya.

















