Fenomena Bediding Puncak Kemarau, Ini 5 Daerah Paling Dingin di Jateng Selain Dieng!

- Fenomena bediding terjadi di puncak kemarau Jawa Tengah akibat minimnya awan dan hembusan angin timuran dari Australia yang membawa udara kering serta dingin.
- Lima daerah terdingin selain Dieng meliputi Tawangmangu, Selo, Kopeng, Baturraden, dan Bandungan dengan suhu malam mencapai 14°C hingga 21°C.
- Warga disarankan mengenakan jaket tebal, memakai selimut ekstra, menjaga hidrasi tubuh, serta menggunakan pelembap untuk menghadapi suhu ekstrem selama fenomena bediding.
Boyolali, IDN Times — Akhir Juni 2026 ini, cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Tengah lagi dingin-dinginnya ya, Lur? Kalau malam sampai pagi hari, embusan anginnya berasa mak bles menusuk tulang, padahal saat siang hari matahari bersinar sangat terik tanpa ampun.
Masyarakat Jawa akrab menyebut kondisi penurunan suhu drastis di puncak musim kemarau ini sebagai Fenomena Bediding. Fenomena alamiah ini terjadi karena minimnya tutupan awan di langit, sehingga panas bumi di siang hari langsung lepas ke angkasa pada malam hari tanpa ada yang menahan. Ditambah lagi, ada embusan Angin Timuran yang membawa massa udara kering dan dingin dari Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin.
Kalau bicara soal daerah terdingin di Jateng, pikiran kita pasti langsung tertuju pada Dataran Tinggi Dieng. Tapi tahu gak sih, Lur? Ternyata ada banyak daerah lain di Jateng yang suhunya gak kalah bikin menggigil saat fenomena bediding melanda.
Yuk, catat 5 daerah paling dingin di Jawa Tengah selain Dieng berikut ini!
1. Tawangmangu, Karanganyar

Berada di lereng Barat Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu sudah sejak lama menjadi destinasi wisata favorit warga Solo Raya yang mencari udara segar.
Sensasi Dingin: Pada puncak fenomena bediding seperti saat ini, suhu udara di Tawangmangu pada malam hari bisa anjlok hingga kisaran 15°C – 18°C.
Daya Tarik: Selain udaranya yang bikin merinding, kawasan ini terkenal dengan keindahan Air Terjun Grojogan Sewu, Bukit Sekipan, dan deretan kafe estetik berlatar kabut tipis yang romantis banget kalau didatangi bareng pasangan.
2. Selo, Boyolali

Terletak persis di pelana bumi antara dua gunung megah, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, membuat Kecamatan Selo memiliki karakteristik udara yang sangat dingin dan berangin kencang.
Sensasi Dingin: Karena lokasinya yang tinggi diapit dua gunung aktif, suhu malam hari di Selo saat puncak kemarau bisa tembus hingga 14°C – 16°C.
Daya Tarik: Selo merupakan titik awal pendakian populer. Menikmati pemandangan sunset atau sekadar minum kopi lokal hangat di tengah kepungan kabut Selo adalah definisi healing murah meriah yang berkesan.
3. Kopeng, Kabupaten Semarang

Masih di lereng Gunung Merbabu namun di sisi utara, ada kawasan Kopeng yang masuk dalam wilayah Kabupaten Semarang. Daerah ini berbatasan langsung dengan Kota Salatiga.
Sensasi Dingin: Selama masa bediding, hawa dingin di Kopeng sering kali disertai kabut tebal yang turun sejak sore hari, membuat suhunya berkisar antara 16°C – 19°C.
Daya Tarik: Kopeng terkenal dengan wisata alam pinus, agrowisata sayur dan bunga, serta Merbabu Park. Kawasan ini cocok banget buat pelarian warga Kota Semarang yang bosan dengan cuaca panas perkotaan.
4. Baturraden, Banyumas

Bergeser ke wilayah Jawa Tengah bagian barat, ada kawasan wisata Baturraden yang bertengger manis di lereng selatan Gunung Slamet—gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Sensasi Dingin: Kedekatannya dengan vegetasi hutan Gunung Slamet yang masih sangat lebat membuat udara malam di Baturraden terasa sangat sejuk menjurus dingin, berkisar di angka 17°C – 20°C.
Daya Tarik: Selain udaranya yang bikin mager mandi pagi, Baturraden menawarkan pesona alam berupa pancuran air panas alami, telaga sunyi, dan rimbunnya hutan pinus yang menenangkan jiwa.
5. Bandungan, Kabupaten Semarang

Satu lagi andalan tempat ngadem warga Semarang coret, yaitu kawasan Bandungan yang berada di kaki Gunung Ungaran.
Sensasi Dingin: Walau tingkat kepadatannya cukup tinggi, posisi Bandungan yang berada di dataran tinggi membuatnya sukses mencatatkan suhu harian malam hari sekitar 18°C – 21°C selama musim kemarau 2026 ini.
Daya Tarik: Menikmati keindahan Candi Gedong Songo, berburu bunga hias segar di pasar subuh, atau sekadar menyantap tahu serasi hangat di tengah dinginnya malam menjadi aktivitas wajib di sini.
Tips Taktis Menghadapi Fenomena Bediding di Jateng
Biar tubuhmu gak kaget dan jatuh sakit karena perubahan suhu yang ekstrem antara siang dan malam hari, yuk lakukan trik pencegahan berikut:
Siapkan Jaket Tebal: Selalu bawa jaket atau sweater cadangan kalau kamu sering beraktivitas di luar rumah pada malam hingga subuh hari.
Gunakan Selimut Ekstra: Saat tidur di malam hari, pastikan memakai selimut tebal atau kaus kaki agar badan tidak kaku kedinginan saat bangun pagi.
Rajin Minum Air Putih: Udara kering saat bediding bisa bikin kulit bersisik dan tubuh cepat dehidrasi tanpa disadari.
Pakai Pelembap Kulit: Gunakan lotion atau lip balm untuk mencegah kulit dan bibir pecah-pecah akibat kelembapan udara yang drop drastis.


















