Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gaji Numpang Lewat? Ini Trik Aktifkan Auto-Debit M-Banking Biar Gak "Bocor Halus"
Ilustrasi orang menggunakan aplikasi mobile banking atau m-banking (Situs canva.com/Juani Sanchez)
  • Kunci utama mendisiplinkan keuangan adalah memotong psikologi impulsif dengan menjadwalkan auto-debit tepat 1 hari setelah gajian (D+1), sebelum uangnya habis terpakai untuk hal-hal konsumtif.

  • Kamu bisa memanfaatkan fitur transfer berkala atau produk tabungan berjangka otomatis (Rencana/Tapenas) yang sudah tersedia di aplikasi m-banking utama seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI.

  • Atur skala prioritas penarikan dana secara berurutan agar tidak terjadi drama gagal sistem (auto-debit declined) akibat saldo habis di tengah jalan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih merasa baru kemarin gajian, tapi pas cek saldo di pertengahan bulan rasanya uang menguap begitu saja? Fenomena "bocor halus" ini sering terjadi karena kita terbiasa menabung dari sisa uang belanja, bukan menyisihkannya di awal.

Biar uangmu gak habis untuk hal-hal yang kurang penting, cara paling sakti adalah dengan "memaksa" diri sendiri lewat fitur auto-debit. Begitu gaji masuk, sistem m-banking akan langsung mengamankan uang tersebut ke posnya masing-masing. Yuk, simak panduan praktis mengatur settingan auto-debit di berbagai aplikasi m-banking berikut ini, ya!

Panduan Setting Auto-Debit di 4 M-Banking Utama

ilustrasi mobile banking (pexels.com/RDNE Stock project)

1. BCA Mobile (Fitur Transfer Terjadwal)

Aplikasi BCA memfasilitasi kamu untuk memindahkan uang secara otomatis ke rekening tabungan lain, baik sesama rekening BCA milikmu yang lain maupun antarbank:

  • Langkah: Buka aplikasi BCA Mobile ➔ Pilih m-Transfer ➔ Klik jenis transfer yang kamu inginkan (Antar Rekening atau Antar Bank).

  • Atur Waktu: Masukkan nomor rekening tujuan (misal: rekening khusus tabungan) dan nominal uang yang ingin dipisahkan.

  • Ubah Jenis Waktu: Pada bagian kolom Waktu Transaksi, ubah pilihan dari "Sekarang" menjadi Berkala.

  • Konfigurasi: Tentukan tanggal mulai eksekusi (pilih tanggal pascagajian) dan frekuensi pengulangan (Pilih Setiap Bulan), lalu masukkan PIN untuk mengunci sistem.

2. Livin' by Mandiri (Fitur "Rencana Mandiri")

Bagi pengguna Bank Mandiri, fitur autodebit terbaik untuk mengunci uang adalah dengan langsung memasukkannya ke dalam pos tabungan berjangka internal:

  • Langkah: Buka halaman beranda Livin' ➔ Gulir ke bawah ke menu Produk Keuangan ➔ Pilih Tabungan Rencana (Rencana Mandiri).

  • Atur Target: Tentukan target pencapaian dana yang kamu inginkan dan jangka waktunya (misalnya: untuk 1 tahun ke depan).

  • Nominal & Kunci Tanggal: Masukkan jumlah uang yang ingin dipotong otomatis setiap bulan. Sistem secara otomatis akan menarik dana dari rekening utamamu pada tanggal gajian yang sudah kamu tentukan.

3. BRImo (Fitur Tabungan BritAma Rencana)

Aplikasi BRI memfasilitasi pendisiplinan keuangan melalui pemotongan otomatis langsung ke pos investasi masa depan:

  • Langkah: Masuk ke aplikasi BRImo ➔ Pilih menu Rekening Lain atau langsung cari ikon BritAma Rencana.

  • Konfigurasi: Pilih menu pembukaan pos baru, lalu setel nominal autodebit bulanan yang kamu inginkan (minimal Rp50.000).

  • Sinkronisasi: Atur tanggal pendebitan otomatis agar sinkron dengan tanggal penggajian kantor. Uang akan otomatis dipindahkan ke saldo BritAma Rencana yang aman karena tidak bisa ditarik lewat ATM biasa secara instan.

4. BNI Mobile Banking (Fitur "Tapenas")

BNI memiliki sistem Tabungan Perencanaan Masa Depan (Tapenas) yang sudah terintegrasi penuh di dalam aplikasi mobile mereka:

  • Langkah: Buka aplikasi BNI Mobile ➔ Pilih menu Rekeningku ➔ Masuk ke menu Tapenas ➔ Pilih Pembukaan Rekening Tapenas.

  • Atur Autodebit: Masukkan nominal setoran tetap bulanan yang ingin kamu tabung, lalu pilih tanggal pendebitan otomatis antara tanggal 1 sampai 28 setiap bulannya yang paling dekat dengan hari gajianmu.

Tips Tambahan: Alokasi Skala Prioritas Autodebit

ilustrasi mobile banking (pexels.com/Anete Lusina)

Agar tidak terjadi kegagalan sistem (auto-debit declined) akibat saldo di rekening utamamu mendadak tidak mencukupi, susun urutan pemotongan otomatis dalam 3 pos utama ini dengan jeda waktu yang aman:

Kategori Pos

Alokasi Ideal

Cara Eksekusi Terbaik

Pos Masa Depan (Tabungan/Investasi)

10% – 20%

Langsung ditarik di hari pertama gajian (D+1) agar uangnya "aman" duluan.

Pos Tagihan Tetap (Listrik/KPR/BPJS)

Sesuai tagihan

Atur sistem pembayaran otomatis (auto-billing) di e-wallet atau m-banking dengan jeda D+2.

Pos Dana Darurat

Sisa alokasi aman

Pisahkan ke rekening bank digital tanpa biaya admin dan tanpa kartu debit fisik agar tidak mudah dibelanjakan secara impulsif.

Ilustrasi dompet dan uang Rupiah. (Pexels/Pavel Danilyuk)

Jika kamu rutin menerima gaji setiap tanggal 25, maka setel seluruh pengaturan auto-debit di atas pada tanggal 26. Jeda satu hari ini sangat penting untuk mengantisipasi jika ada keterlambatan transfer dari pihak kantor, sekaligus langsung mengamankan uang sebelum sempat kamu pakai untuk jajan.

Dengan menerapkan trik ini, kamu gak perlu lagi pusing memikirkan sisa uang di akhir bulan, karena kewajiban menabung dan bayar tagihan sudah otomatis terselesaikan di awal waktu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article