Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Takut Dicuri? Ini Sejarah Mengapa Trofi Piala Dunia Terbuat dari Emas Asli

Gak Takut Dicuri? Ini Sejarah Mengapa Trofi Piala Dunia Terbuat dari Emas Asli
Ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)
Intinya Sih
  • Trofi Piala Dunia berlapis emas 18 karat dipilih karena emas melambangkan supremasi tertinggi dan kehormatan estetika dalam dunia olahraga.

  • Trofi pertama (Jules Rimet) memiliki sejarah kelam: pernah disembunyikan di kotak sepatu saat Perang Dunia II, dicuri di Inggris dan ditemukan seekor anjing, hingga akhirnya dicuri lagi di Brasil dan dilelehkan selamanya.

  • Belajar dari sejarah pahit tersebut, FIFA menerapkan aturan ekstrem sejak 1974: trofi asli tidak boleh dibawa pulang secara permanen dan disimpan di brankas Swiss, sementara negara juara hanya mendapatkan replika.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Emas selalu menjadi simbol pencapaian tertinggi manusia. Jadi, sangat masuk akal jika lambang supremasi sepak bola sejagat raya dilapisi oleh logam mulia ini. Namun, di balik kilaunya yang memikat mata miliaran orang, trofi ini menyimpan magnet bagi para pelaku kriminalitas internasional.

Ketakutan akan pencurian bukan sekadar paranoia. Sejarah mencatat bahwa trofi Piala Dunia telah berkali-kali menjadi sasaran utama pembobolan, memicu lahirnya "sejarah gelap" yang penuh aksi nekat, tebusan, hingga kehilangan permanen yang tragis. Yuk, bedah garis waktu sejarah gelapnya, ya!

Sejarah Gelap Trofi Jules Rimet

ilustrasi trofi Piala Dunia
ilustrasi trofi Piala Dunia (unspalsh.com/Fauzan Saari)

1. Disembunyikan di Kotak Sepatu Saat Perang Dunia II (1939)

Selama berkecamuknya Perang Dunia II, trofi asli Piala Dunia pertama—yang saat itu bernama Trofi Jules Rimet—berada di tangan Italia sebagai pemenang turnamen terakhir.

  • Aksi Penyelamatan: Khawatir trofi emas tersebut akan dijarah oleh tentara Nazi di bawah perintah Adolf Hitler, Wakil Presiden FIFA asal Italia, Ottorino Barassi, secara diam-diam mengambil trofi tersebut dari brankas bank di Roma.

  • Strateginya: Dia menyembunyikan piala emas itu di dalam kotak sepatu tua di bawah tempat tidurnya selama bertahun-tahun hingga perang berakhir agar luput dari pencarian tentara Jerman.

2. Dicuri di Inggris dan Ditemukan oleh Seekor Anjing (1966)

Tiga bulan sebelum sepak mula Piala Dunia 1966 di Inggris, Trofi Jules Rimet dipamerkan di Westminster Central Hall, London.

  • Aksi Pencurian: Meskipun dijaga ketat selama 24 jam, pencuri berhasil membobol etalase kaca bagian belakang dan membawa kabur trofi tersebut. Pelaku bahkan sempat meminta uang tebusan sebesar £15.000.

  • Penemuan Unik: Seminggu kemudian, trofi tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seekor anjing bernama Pickles. Trofi itu tergeletak di bawah semak-semak taman di London Selatan, terbungkus rapi oleh koran bekas. Kejadian ini sempat mempermalukan pihak kepolisian Inggris sebelum turnamen dimulai.

3. Pencurian Kedua di Brasil dan Dilelehkan Selamanya (1983)

Berdasarkan aturan lama FIFA, negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak memiliki Trofi Jules Rimet asli secara permanen. Brasil memenangkan hak tersebut setelah menjadi juara untuk ketiga kalinya pada tahun 1970.

  • Tragedi Rio de Janeiro: Pada Desember 1983, trofi asli yang disimpan di dalam lemari kaca anti-peluru di markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro dibobol paksa. Kawanan pencuri memanfaatkan celah dinding bagian belakang lemari yang ternyata hanya terbuat dari kayu tripleks.

  • Nasib Akhir: Ini adalah akhir tragis bagi Trofi Jules Rimet asli. Para pencuri membawa piala tersebut ke pemurnian emas lokal dan melelehkannya menjadi batangan emas biasa untuk dijual. Trofi asli Jules Rimet dinyatakan hilang selamanya dari sejarah dunia, dan Brasil kini hanya memegang replikanya.

Komparasi Dua Generasi Trofi Piala Dunia

Silvio Gazzaniga, pematung asal Italia yang merancang trofi Piala Dunia FIFA pada tahun 1971.
Silvio Gazzaniga, pematung asal Italia yang merancang trofi Piala Dunia FIFA pada tahun 1971. (silviogazzaniga.com)

Karakteristik

Trofi Pertama (Jules Rimet)

Trofi Modern (FIFA World Cup Trophy)

Tahun Penggunaan

1930 – 1970

1974 – Sekarang

Material / Kadar Emas

Perak murni dilapisi emas murni

Emas murni 18 karat (berat 6,1 kilogram)

Desainer

Abel Lafleur (Prancis)

Silvio Gazzaniga (Italia)

Status Kepemilikan

Bisa dimiliki permanen (jika juara 3 kali)

Hak milik mutlak FIFA (tidak bisa berpindah)

Nasib Trofi Asli

Hancur / Dilelehkan maling pada 1983

Tersimpan aman di Brankas FIFA, Swiss

Aturan Ketat FIFA Terbaru Melindungi Trofi Modern

Tur trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta
Tur trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta. (Dok. Kemenpora)

Belajar dari sejarah pahit kehilangan Jules Rimet, FIFA menciptakan trofi baru pada tahun 1974 yang digunakan hingga saat ini (FIFA World Cup Trophy). Kali ini, protokol keamanan berlapis yang sangat ekstrem diterapkan:

  • Hak Milik Tidak Bisa Berpindah
    • Tidak ada lagi negara yang boleh memiliki trofi asli secara permanen, tidak peduli berapa kali mereka memenangkan Piala Dunia.
  • Sistem Brankas FIFA
    • Trofi emas asli seberat 6,1 kilogram ini selalu disimpan di dalam brankas super ketat di Markas Besar FIFA di Zurich, Swiss.
  • Replika untuk Negara Juara
    • Tim nasional yang memenangkan turnamen (seperti Argentina pada Piala Dunia 2022 sebelumnya) hanya diizinkan memegang trofi asli saat selebrasi di atas lapangan stadion. Begitu pesta usai, trofi asli langsung ditarik kembali oleh petugas keamanan FIFA. Negara pemenang hanya diperbolehkan membawa pulang sebuah replika resmi terbuat dari perunggu yang dilapisi emas (World Cup Winners' Trophy)

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More