Emas selalu menjadi simbol pencapaian tertinggi manusia. Jadi, sangat masuk akal jika lambang supremasi sepak bola sejagat raya dilapisi oleh logam mulia ini. Namun, di balik kilaunya yang memikat mata miliaran orang, trofi ini menyimpan magnet bagi para pelaku kriminalitas internasional.
Gak Takut Dicuri? Ini Sejarah Mengapa Trofi Piala Dunia Terbuat dari Emas Asli

Trofi Piala Dunia berlapis emas 18 karat dipilih karena emas melambangkan supremasi tertinggi dan kehormatan estetika dalam dunia olahraga.
Trofi pertama (Jules Rimet) memiliki sejarah kelam: pernah disembunyikan di kotak sepatu saat Perang Dunia II, dicuri di Inggris dan ditemukan seekor anjing, hingga akhirnya dicuri lagi di Brasil dan dilelehkan selamanya.
Belajar dari sejarah pahit tersebut, FIFA menerapkan aturan ekstrem sejak 1974: trofi asli tidak boleh dibawa pulang secara permanen dan disimpan di brankas Swiss, sementara negara juara hanya mendapatkan replika.
Ketakutan akan pencurian bukan sekadar paranoia. Sejarah mencatat bahwa trofi Piala Dunia telah berkali-kali menjadi sasaran utama pembobolan, memicu lahirnya "sejarah gelap" yang penuh aksi nekat, tebusan, hingga kehilangan permanen yang tragis. Yuk, bedah garis waktu sejarah gelapnya, ya!
Sejarah Gelap Trofi Jules Rimet

1. Disembunyikan di Kotak Sepatu Saat Perang Dunia II (1939)
Selama berkecamuknya Perang Dunia II, trofi asli Piala Dunia pertama—yang saat itu bernama Trofi Jules Rimet—berada di tangan Italia sebagai pemenang turnamen terakhir.
Aksi Penyelamatan: Khawatir trofi emas tersebut akan dijarah oleh tentara Nazi di bawah perintah Adolf Hitler, Wakil Presiden FIFA asal Italia, Ottorino Barassi, secara diam-diam mengambil trofi tersebut dari brankas bank di Roma.
Strateginya: Dia menyembunyikan piala emas itu di dalam kotak sepatu tua di bawah tempat tidurnya selama bertahun-tahun hingga perang berakhir agar luput dari pencarian tentara Jerman.
2. Dicuri di Inggris dan Ditemukan oleh Seekor Anjing (1966)
Tiga bulan sebelum sepak mula Piala Dunia 1966 di Inggris, Trofi Jules Rimet dipamerkan di Westminster Central Hall, London.
Aksi Pencurian: Meskipun dijaga ketat selama 24 jam, pencuri berhasil membobol etalase kaca bagian belakang dan membawa kabur trofi tersebut. Pelaku bahkan sempat meminta uang tebusan sebesar £15.000.
Penemuan Unik: Seminggu kemudian, trofi tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seekor anjing bernama Pickles. Trofi itu tergeletak di bawah semak-semak taman di London Selatan, terbungkus rapi oleh koran bekas. Kejadian ini sempat mempermalukan pihak kepolisian Inggris sebelum turnamen dimulai.
3. Pencurian Kedua di Brasil dan Dilelehkan Selamanya (1983)
Berdasarkan aturan lama FIFA, negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak memiliki Trofi Jules Rimet asli secara permanen. Brasil memenangkan hak tersebut setelah menjadi juara untuk ketiga kalinya pada tahun 1970.
Tragedi Rio de Janeiro: Pada Desember 1983, trofi asli yang disimpan di dalam lemari kaca anti-peluru di markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro dibobol paksa. Kawanan pencuri memanfaatkan celah dinding bagian belakang lemari yang ternyata hanya terbuat dari kayu tripleks.
Nasib Akhir: Ini adalah akhir tragis bagi Trofi Jules Rimet asli. Para pencuri membawa piala tersebut ke pemurnian emas lokal dan melelehkannya menjadi batangan emas biasa untuk dijual. Trofi asli Jules Rimet dinyatakan hilang selamanya dari sejarah dunia, dan Brasil kini hanya memegang replikanya.
Komparasi Dua Generasi Trofi Piala Dunia

Karakteristik | Trofi Pertama (Jules Rimet) | Trofi Modern (FIFA World Cup Trophy) |
Tahun Penggunaan | 1930 – 1970 | 1974 – Sekarang |
Material / Kadar Emas | Perak murni dilapisi emas murni | Emas murni 18 karat (berat 6,1 kilogram) |
Desainer | Abel Lafleur (Prancis) | Silvio Gazzaniga (Italia) |
Status Kepemilikan | Bisa dimiliki permanen (jika juara 3 kali) | Hak milik mutlak FIFA (tidak bisa berpindah) |
Nasib Trofi Asli | Hancur / Dilelehkan maling pada 1983 | Tersimpan aman di Brankas FIFA, Swiss |
Aturan Ketat FIFA Terbaru Melindungi Trofi Modern

Belajar dari sejarah pahit kehilangan Jules Rimet, FIFA menciptakan trofi baru pada tahun 1974 yang digunakan hingga saat ini (FIFA World Cup Trophy). Kali ini, protokol keamanan berlapis yang sangat ekstrem diterapkan:
- Hak Milik Tidak Bisa Berpindah
- Tidak ada lagi negara yang boleh memiliki trofi asli secara permanen, tidak peduli berapa kali mereka memenangkan Piala Dunia.
- Sistem Brankas FIFA
- Trofi emas asli seberat 6,1 kilogram ini selalu disimpan di dalam brankas super ketat di Markas Besar FIFA di Zurich, Swiss.
- Replika untuk Negara Juara
- Tim nasional yang memenangkan turnamen (seperti Argentina pada Piala Dunia 2022 sebelumnya) hanya diizinkan memegang trofi asli saat selebrasi di atas lapangan stadion. Begitu pesta usai, trofi asli langsung ditarik kembali oleh petugas keamanan FIFA. Negara pemenang hanya diperbolehkan membawa pulang sebuah replika resmi terbuat dari perunggu yang dilapisi emas (World Cup Winners' Trophy)





















