Gustaf Riandory, General Manager Tentrem Mal dan Suites. IDN Times/Fariz Fardianto
Sementara itu untuk mencegah kembali membludaknya pengunjung, pengelola Mal Tentrem Semarang memutuskan untuk mematikan LED videotron yang menampilkan panorama ceilling ikan hiu di dalam lantai dua. Hal itu dilakukan pasca munculnya kerumunan pengunjung yang ingin menonton atraksi tersebut saat pandemik virus corona (COVID-19).
"Kami juga akan mematikan LED videotron untuk sementara waktu. Kami mohon maaf hal ini kami lakukan karena kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan kita bersama," kata General Manager Tentrem Mal dan Suites, Gustaf Riandory dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (24/8/2020).
Pihaknya mengklaim juga telah memberlakukan aturan protokol kesehatan secara 100 persen untuk operasional malnya. Dengan telah menyediakan alat pendeteksi suhu otomatis, masker, dan cairan antiseptik yang dipasang di setiap akses masuk Mal Tentrem. Upaya tersebut untuk memastikan pengunjung yang masuk mal dalam kondisi suhu normal dan mematuhi protokol kesehatan virus corona.
"Setelah jam operasional selesai, kami juga menyemprotkan cairan disinfektan di akses koridor, toilet, atrium, lobi sampai musala. Kita lakukan dua kali penyemprotan. Pagi sebelum dibuka dan malam hari," ujarnya.
Pihaknya juga telah memasang sinar UV di bawah eskalator sehingga hand rel pada eskalator dapat disterilkan dari kuman maupun virus.
"Itu antisipasi yang kita lakukan agar dapat mensterilkan virus. Di samping pula ada hand sanitizer yang kita sediakan di semua sudut mal," jelasnya.