Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gas LPG 3 Kg Langka di Solo, Per Tabung Rp25 Ribu, Pedagang Pusing
Tabung gas melon dalam kondisi kosong ditingkat pangkalan.(IDN Times/Daruwaskita)
  • Kelangkaan gas 3 kg dirasakan oleh pedagang, warga, dan pengecer di Solo, Jawa Tengah
  • Pedagang mengeluhkan kesulitan mencari tabung gas elpiji 3 kilogram, bahkan harga di tingkat pengecer sudah mencapai Rp20.000--Rp25.000 per tabung
  • Warga mengharapkan respons cepat pemerintah untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang menjadi kebutuhan sehari-hari
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Kelangkaan gas 3 kg ikut dirasakan oleh warga Solo, Jawa Tengah. Kelangkaan tersebut dialami oleh para pedagang, warga hingga pengecer.

Tak hanya itu, mereka juga memberikan perhatian pada respon cepat pemerintah mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

1. Gas mulai sulit dicari

Aktivitas di salah satu agen elpiji di Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Keluhan dirasakan oleh pedagang kuliner di Manahan, Retno yang mengaku kesulitan mencari tabung gas melon 3 kilogram. Ia mengaku jika gas mulai susah dicari mulai hari ini.

“Gas habis mulai kemarin, kemarin masih ada di pengecer, masih ada. Hari ini, beli lagi untuk stok gak ada,” jelasnya Selasa (4/2/2025).

Kendati demikian, ia mengaku sudah mencari di tiga pengecer tetapi hasilnya sama.

“Harapan kembali seperti semula, pengecer ada. Kemarin beli masih di harga Rp20 ribu,” pungkasnya.

2. Gas sulit didapat sejak bulan Desember 2024

Ilustrasi tabung LPG 3Kg. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sri, pedagang makanan ayam ini berharap pemerintah segera bertindak cepat mengatasi kelangkaan gas saat ini. Sebab gas elpiji 3 kilogram menjadi kebutuhan sehari-harinya sebagai pedagang makanan kaki lima.

“Ya semoga besok bisa langsung ada lagi, kalau begini ya susah mau jualan,” jelasnya.

Terpisah, pengecer di Pasar Manahan, Yunus mengatakan jika pihaknya sudah mengalami kesulitan mencari gas sejak Desember 2024 lalu. Dan saat ini, pihaknya sudah tak memiliki stok.

“Kondisi gas susah dari bulan Desember akhir, ya udah mulai muncul, saya ambil pasokan ke pangkalan,” jelasnya.

3. Perhatian respons dari pemerintah

IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, adanya pembatalan aturan baru terkait pembelian gas elpiji 3 kilogram disambut baik oleh warga. Banyak dari mereka yang mendukung respons cepat dari masyarakat terkait kelangkaan gas.

“Ya senang sekali, jadi gak susah lagi cari gas. Kalau bisa ya jangan omong-omong aja tapi dibuktikan besok gas ada lagi,” ujar Eko pedagang siomai.

Respons yang sama juga diungkapkan oleh, Endang yang berharap tak ada kelangkaan lagi. Meski tak membeli gas setiap hari, ia mengaku kelangkaan gas ini juga membuatnya harus menguras dompet karena ada sejumlah pedagang yang menjualnya lebih mahal.

“Ya pas hari ini hari, ndelalah kok pas langka. Ya gak bisa masak tadi, tapi semoga besok ada lagi,” ujar ibu rumah tangga tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh IDN Times, harga gas elpiji 3 kilogram di Kota Solo beragam mulai dari tingkat agen hingga pengecer.

Untuk harga di tingkat agen sebesar Rp15.250 per tabung. Sedangkan harga di tingkat pangkalan sekitar Rp18.000--Rp18.500 per tabung, dan harga di tingkat pengecer sekitar Rp20.000--Rp25.000 per tabung.

Editorial Team

Related Article