Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Geothermal Gedongsongo Beresiko Timbulkan Bencana Baru di Semarang
Anggota Komisi B DPRD Jateng Muhamad Farchan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Sejumlah warga dan anggota Komisi B DPRD Jateng mendesak Kementerian ESDM meninjau ulang pengeboran Geothermal Gedongsongo karena dikhawatirkan mengubah bentang alam dan mengganggu sumber air Semarang.
  • Proyek di Gunung Ungaran dinilai berpotensi berdampak pada ekosistem, habitat satwa langka, flora lokal, serta kawasan cagar budaya Candi Gedongsongo yang disebut dekat titik pengeboran.
  • Pemprov Jawa Tengah siap menjembatani aspirasi warga, membuka dialog transparan, dan mengkaji data teknis dampak proyek sambil menekankan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
saat ini

Kementerian ESDM didesak berhati-hati dalam proyek Geothermal Gedongsongo. Pemprov Jateng sedang mengumpulkan dan mengkaji data teknis dampak pengembangan geotermal serta siap menjembatani aspirasi warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Masyarakat mendesak peninjauan ulang rencana pengeboran panas bumi Gedongsongo di Gunung Ungaran karena dikhawatirkan mengubah bentang alam, mengganggu sumber air baku, serta berdampak pada ekosistem dan cagar budaya.
  • Who?
    Warga Kabupaten Semarang, Kementerian ESDM, Muhamad Farchan dari Komisi B DPRD Jateng, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen terlibat dalam penyampaian kekhawatiran dan penanganan aspirasi.
  • Where?
    Rencana proyek berada di kawasan Gedongsongo, Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah; titik panas yang akan dibor disebut berada dekat Candi Gedongsongo.
  • When?
    Muhamad Farchan menyampaikan peninjauan ulang proyek kepada wartawan pada Jumat, 4 September 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini masih mengumpulkan dan mengkaji data teknis dampak proyek.
  • Why?
    Kekhawatiran muncul karena Gunung Ungaran menjadi sumber air baku mayoritas wilayah Semarang dan memiliki habitat elang Jawa, kodok pohon Ungaran, lutung, tumbuhan langka, serta kawasan cagar budaya.
  • How?
    Pemprov Jawa Tengah menyatakan akan menjembatani aspirasi warga melalui dialog terbuka dan pengkajian data teknis. Farchan mendorong publik hearing untuk sosialisasi, sementara izin proyek disebut merupakan keputusan pemerintah pusat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Warga dan anggota DPRD meminta proyek panas bumi di Gedongsongo, Gunung Ungaran, dilihat lagi. Mereka takut pengeboran mengubah alam dan mengganggu air untuk Semarang. Hewan dan tumbuhan langka juga bisa terganggu. Wakil Gubernur Gus Yasin bilang pemerintah siap mendengar warga dan sedang memeriksa dampaknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka dialog transparan dan mengkaji data teknis memberi ruang agar kekhawatiran warga menjadi bagian penting dalam pembahasan proyek. Penekanan bahwa energi terbarukan tidak boleh merusak ekosistem, serta harus mengutamakan keselamatan, kelestarian, dan kesejahteraan masyarakat, menunjukkan perhatian terhadap perlindungan kawasan Gunung Ungaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sejumlah kalangan masyarakat mendesak Kementerian ESDM untuk meninjau ulang pelaksanaan proyek pengeboran Geothermal Gedongsongo di Ungaran. Pasalnya, kegiatan pengeboran sumur panas bumi berpotensi mengganggu bentang garis alam ruang hijau sehingga menimbulkan bencana baru bagi wilayah terdekat Gunung Ungaran. 

Anggota Komisi B DPRD Jateng Muhamad Farchan mengatakan kegiatan pengeboran Geothermal di kawasan Gedongsongo sebaiknya ditinjau ulang. 

Karena selain menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, adanya proyek tersebut berpotensi membuat penyediaan sumber air baku di Kota Semarang juga terganggu. 

"Karena sewaktu menjadi Dirut PDAM Tirta Moedal, saya tahu persis sumber air baku untuk wilayah Semarang mayoritas dari Gunung Ungaran. Maka (Geothermal Gedongsongo) hadis ditulang. Pasti ada perubahan bentang alam, masalah ini tidak main-main. Dalam kegiatan proyek ini pasti kawasannya berubah," ujar Farchan kepada wartawan, Jumat (4/9/2026). 

Geothermal Gedongsongo punya plus minus

Ilustrasi pengoperasian geothermal (Pixels.com)

Ia menekankan proyek Geothermal Gedongsongo tentunya memiliki dampak negatif dan positif bagi masyarakat maupun Kementerian ESDM.

Meski begitu, Kementerian ESDM saat ini harus ekstra hati-hati. "Ini harus disadari pihak pihak terkait. Maka tahapan publik hearing sangat penting untuk langkah sosialisasi kepada semua masyarakat yang ada di sana," jelasnya yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Fungsi ekologis Gunung Ungaran lengkap

Wahyudi, Ketua Pokdarwis Gunungsari Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kendal melakukan pengamatan ekosistem burung langka yang berkembangbiak di kawasan hutan konservasi Gunung Ungaran. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Selain itu, pihaknya memahami keresahan masyarakat Ungaran terkait pelaksanaan proyek Geothermal Gedongsongo. Karena bentang alam yang terganggu juga menyebabkan ekosistem satwa dan tumbuhan lokal akan terdampak. 

Kawasan Gunung Ungaran memiliki penyeimbang ekologis yang lengkap. Di kawasan tersebut terdapat habitat elang Jawa, kodok pohon Ungaran, lutung dan banyak ragam tumbuhan langka. 

"Di sana ada fungsi ekologis yang lengkap. Ada cagar budaya berkaitan posisi Candi Gedongsongo. Padahal infonya titik panasnya yang akan dibor di dekat candi. Yang tak kalah penting ialah flora fauna sangat kental sekali. Termasuk elang Jawa yang sudah hampir punah dan ada kodok Ungaran," jelasnya. 

Gus Yasin akan tampung aspirasi

Acara halal bihalal Santri Gayeng Nusantara bersama Gus Yasin. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap  menjembatani aspirasi masyarakat Kabupaten Semarang terkait rencana proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, siap membuka ruang dialog secara transparan bagi warga yang menyampaikan aspirasi, kekhawatiran, atau keberatan terhadap dampak proyek energi terbarukan itu.

"jadi ini kan keputusan izin dari pemerintah pusat. Jadi kita saat ini masih mendalami, kita di pemerintah provinsi siap menjembatani aspirasi masyarakat," kata Gus Yasin usai paripurna di Gedung DPRD Jateng, Semarang. 

Menurutnya, setiap kekhawatiran masyarakat merupakan masukan penting untuk didiskusikan bersama agar ditemukan solusi terbaik bagi seluruh pihak.

Ia menjelaskan, bahwa jajaran Pemprov Jateng saat ini tengah mengumpulkan dan mengkaji data-data teknis mengenai dampak pengembangan potensi geotermal di lapangan.

Gus Yasin mengatakan, kebijakan nasional berfokus pada pengembangan energi hijau (green energy). Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan tidak boleh sampai merusak ekosistem lingkungan.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa setiap aktivitas di sektor pertambangan dan energi yang bersinggungan langsung dengan lingkungan pemukiman, harus memprioritaskan faktor keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan proyek.

Curated For You

Editorial Team

Related Article