Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GJL Dorong KPK Gencarkan OTT di Kampus Jalur Mandiri
Founder GJL, Riyanta saat merespons penangkapan Rektor Unsoed Akhmad Shodiq. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • KPK menangkap Rektor Unsoed Akhmad Shodiq, Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo, dan Kabag Akademik Eko Sumanto terkait korupsi uang jalur mandiri Fakultas Kedokteran 2026/2027.
  • Gerakan Jalan Lurus mengapresiasi penindakan tersebut dan menilai potensi korupsi dalam penerimaan mahasiswa jalur mandiri juga perlu diawasi di kampus lain.
  • GJL meminta KPK memperbanyak OTT sebagai pencegahan korupsi, serta mendorong kejaksaan dan kepolisian mengambil langkah tegas sesuai kewenangan hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun ajaran 2026/2027

Rektor Unsoed Akhmad Shodiq, Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo, dan Kabag Akademik Eko Sumanto ditangkap KPK terkait korupsi uang mahasiswa jalur mandiri Fakultas Kedokteran.

belum lama ini

Riyanta menyambut penangkapan Rektor Unsoed dan mendorong KPK menggencarkan OTT di kampus lain yang membuka jalur mandiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KPK menangkap Rektor Unsoed Akhmad Shodiq, Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo, dan Kabag Akademik Eko Sumanto terkait dugaan korupsi uang mahasiswa jalur mandiri Fakultas Kedokteran tahun ajaran 2026/2027.
  • Who?
    Akhmad Shodiq, Norman Arie Prayogo, dan Eko Sumanto ditangkap KPK. Gerakan Jalan Lurus melalui pendirinya, Riyanta, mendukung penindakan tersebut dan meminta OTT di kampus lain digencarkan.
  • Where?
    Penindakan berlangsung terkait Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, Jawa Tengah. GJL juga menyoroti kampus-kampus lain yang menyelenggarakan penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri.
  • When?
    Kasus menyangkut penerimaan Fakultas Kedokteran tahun ajaran 2026/2027. Pernyataan Riyanta disampaikan belum lama ini; waktu pasti penangkapan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Penangkapan dilakukan karena ketiganya disebut terlibat korupsi uang mahasiswa jalur mandiri. GJL menilai mekanisme penerimaan jalur mandiri berpotensi memunculkan praktik korupsi.
  • How?
    KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat Unsoed. GJL meminta KPK memperbanyak OTT di kampus, sementara kejaksaan dan kepolisian didorong mengambil langkah tegas sesuai peraturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
KPK menangkap Rektor Unsoed Akhmad Shodiq dan dua orang lain. Mereka diduga memakai uang mahasiswa jalur mandiri kedokteran dengan cara yang salah. GJL senang KPK bertindak. GJL juga meminta KPK sering menangkap orang yang korupsi di kampus lain. Sekarang kampus diingatkan supaya lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons positif masyarakat terhadap langkah KPK di Unsoed menunjukkan bahwa pengawasan atas penerimaan mahasiswa jalur mandiri dipandang penting. Dorongan GJL agar kampus berbenah menempatkan penindakan sebagai sinyal peringatan, sementara ajakan agar aparat menjalankan peran sesuai kewenangan menegaskan harapan terhadap penegakan aturan yang lebih tertib dan akuntabel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan penyidik KPK di kampus Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendapat respons positif dari sejumlah elemen masyarakat. Seperti diketahui, Rektor Unsoed Akhmad Shodiq bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo dan Kabag Akademik Eko Sumanto ditangkap KPK karena terlibat korupsi uang mahasiswa jalur mandiri Fakultas Kedokteran tahun ajaran 2026/2027.

Aliansi masyarakat yang tergabung dalam ormas Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendorong lembaga antirasuah tersebut untuk menggiatkan operasi tangkap tangan (OTT) di kampus-kampus lainnya yang rutin mengadakan penerimaan mahasiswa jalur mandiri.

Founder GJL, Riyanta mengatakan pihaknya selama ini memang menyoroti perilaku kampus-kampus yang mengadakan penerimaan mahasiswa jalur mandiri karena berpotensi menimbulkan perilaku korupsi.

"Kami tentu senang dengan upaya progresif dari penyidik KPK yang menangkap Rektor Unsoed. Sebab, kami pernah mengutarakan bahwa kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Unsoed. Tetapi juga di tempat kampus lain," kata Riyanta belum lama ini.

Ia berkata proses rekrutmen mahasiswa dengan aturan tertentu tidak hanya dilakukan Unsoed. Kampus lainnya juga kerap melakukan hal serupa.

Menurutnya ini jadi sinyal peringatan bagi perguruan tinggi untuk berbenah. Dengan adanya OTT terhadap Rektor Unsoed, maka ini jadi aksi penangkapan keenam kalinya di Jawa Tengah.

Ia meminta pimpinan KPK menggencarkan OTT lebih banyak lagi untuk mencegah perilaku korupsi yang marak saat ini.

"Kita harus berdoa semoga dalam waktu dekat ini ada OTT tambahan lagi," kata Riyanta.

Di samping itu, ia mendorong kejaksaan dan kepolisian mengambil peran aktif untuk mengadopsi strategi KPK yang rutin melakukan OTT. 

Namun berkaitan dengan penindakan korupsi di kampus, ia menegaskan kewenangan hanya ada pada KPK. Sedangkan aparat penegak hukum (APH) bisa melakukan langkah tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Saya kira penegakan di kampus tidak perlu ke aparat. Karena mereka sudah punya undang-undang yang baku untuk mengatur penindakan," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article